"Partai politik jangan main power game. Rekomendasi yang harus membayar itu sudah tidak zamannya lagi, itu tidak mendidik," kata Zulkifli di hadapan Ketua dan Sekretaris DPW dan Ketua DPD PAN se-Jawa serta beberapa provinsi lainnya di Balroom Hotel Shangri-La Surabaya, Senin (19/1/2015).
"Daerah yang lebih tahu, biar kewenangannya ada di daerah. Pusat sifatnya hanya koordinatif. Itu tradisi baru yang akan dibangun di PAN," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu namanya politik jangka pendek dan politik praktis. Itu bukan zamannya lagi. Ini partai politik berwawasan kebangsaan. Ketua umum tidak segala-galanya. Di negara maju nggak ada ketua umum berebut menjadi capres," tuturnya sambil menambahkan, jika dirinya terpilih akan membuat tradisi baru di kepimpinan nasional yakni akan menggelar konvensi calon presiden.
"Kepimpinan nasional adalah hak rakyat. Karena itu, partai politik untuk menyerap aspirasi perjuangan publik. Nggak boleh memaksakan diri. Saya akan mengusung calon pemimpin nasional dengan konvensi. Siapa yang terbaik bisa mencalonkan diri, tidak harus ketua umum partai," jelasnya.
PAN ke depan juga akan membangun semua azas pondasi kebangsaan. "Musuh PAN adalah kemiskinan, pengangguran, keterbelakangan. Itu yang kita serap untuk kebijakan publik dan partai," tandasnya.
(roi/kha)










































