Sambut 100 Hari, 'Korban Kebohongan SBY' Berdemo
Jumat, 28 Jan 2005 11:39 WIB
Yogyakarta - Ratusan mahasiswa dari berbagai elemen di Yogyakarta menggelar aksi 100 hari pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) - Jusuf Kalla. Aksi mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Korban Kebohongan SBY-JK itu menilai pemerintahan SBY gagal dan hanya janji-janji palsu saja.Aksi digelar pukul 09.30 WIB, Jumat (28/1/2005) dimulai dari Tugu Yogyakarta, dilanjutkan longmarch melewati Jl Mangkubumi, gedung DPRD DIY di Jl Malioboro dan berakhir di perempatan Kantor Pos Besar di Jl Senopati.Dalam aksi itu mereka membawa sebuah spanduk putih bertuliskan "100 Hari Kebohongan Pemerintahan SBY-JK". Sedangkan poster yang dibawa bertuliskan "SBY-JK Janjimu Palsu, 100 Hari Penuh kebohongan Publik, Tolak Kenaikan BBM dan Rakyat Jangan Mau Dibohongi Lagi."Salah seorang koordinator aksi, Tri Wahyu, dalam orasinya mengatakan rakyat harus bersatu menyatakan SBY-Kalla sebagai musuh bersama dan musuh rakyat karena pemerintahannya telah gagal memenuhijanji-janjinya. "Janji-janji yang diucapkan dulu saat kampanye dan setelah dilantik menjadi presiden dan wapres tidak ada yang terbukti sama sekali," katanya.Janjinya waktu itu, kata Wahyu, hendak menangkap koruptor dan pelaku KKN lainnya tapi tidak terbukti. Sebaliknya koruptor kelas kakap dibiarkan lepas dan bebas berkeliaran. "Termasuk kasus KKN Soeharto dan kroni-kroninya justru tidak disentuh sama sekali," ucapnya.Menurut dia, pemerintahan SBY tidak jauh berbeda dengan pemerintahan sebelumnya karena tidak berniat menyelesaikan masalah dan agenda kerakyatan seperti pendidikan murah untuk rakyat, perburuhan dan peradilan HAM. Sebaliknya SBY membiarkan Indonesia kembali masuk dalam kekuasaan asing dengan kembali berhutang kepada luar negeri.Selain itu katanya, bencana tsunami dijadikan alat untuk mencari pinjaman/hutang luar negeri baru. Hal itu terbukti dengan digelarnya KTT Tsunami 6 Januari 2005 lalu yang cenderung jadi ajang membolisasi untuk mencari hutang baru. "Bencana tsunami di Aceh dan Sumut justru jadi alat untuk cari dana dari luar negeri dengan cara utang," katanya.Hal senada juga dikatakan anggota Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) DIY, Untung Tri Winarso. Menurutnya, dalam 100 hari pemerintahan SBY tidak ada satu pun program yang memihak rakyat dan hanya kosmetik saja. "Pemerintahan SBY harus berani memutus hubungan dengan asing baik CGI, Bank Dunia, IMF serta berani mengganti menteri-menteri yang pro asing," tegasnya.
(nrl/)











































