Guruh Menagih Janji Mbakyunya

Persaingan Guruh vs Megawati (1)

Guruh Menagih Janji Mbakyunya

- detikNews
Jumat, 28 Jan 2005 11:26 WIB
Jakarta - Untuk kedua kalinya Megawati Soekarnoputri yang dikenal pelit ngomong kepada wartawan, berkomentar soal adiknya, Guruh Soekarnoputro. Khususnya komentar terhadap langkah politik sang adik yang mencalonkan diri menjadi ketua umum PDIP pada kongres di Bali, Maret nanti. Dengan pencalonan itu berarti Guruh akan bersaing melawan Megawati.Di sela-sela kunjungannya ke hutan Wanagama, Gunung Kidul, Rabu (26/1/2005) lalu, Mega tak mengabaikan pertanyaan wartawah perihal langkah politik Guruh. "Sebagai partai terbuka siapapun boleh melakukan," katanya singkat dan jelas.Memang, apa yang disampaikan Mega itu normatif saja. Pernyataan yang biasa disampaikan politisi. Namun itu lebih maju jika dibandingkan dengan pernyataan sebelumnya. Pada saat merayakan ulang tahunnya yang ke-58 di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Minggu (23/1/2005), Mega (seperti biasa) menyalahkan media yang dianggap terlalu mengembangkan masalah pencalonan ketua umum. "Saya sendiri heran, apa yang dikembangkan di media kalau ada pertemuan itu terkait kongres. Padahal, kongresnya belum dimulai. Yang akan berjalan itu nanti, di dalam kongres partai sendiri. Jadi nominasi nama itu sudah dimunculkan dari bawah. Dari situ nanti yang akan dilakukan, apakah nama-nama itu yang diinginkan di dalam kongres."Apakah dengan persyataan datar itu, berarti Megawati mempersilakan Guruh untuk bersaing memperebutkan dukungan massa PDIP untuk menjadi ketua umum partai dalam kongres di Bali, Maret nanti? Agaknya demikian. Sebab jika menengok kembali kongres Semarang 2000, Megawati samasekali tidak mau berkomentar tentang langkah politik Eros Djarot yang mencalonkan diri menjadi ketua umum PDIP menyaingi Megawati. Padahal Eros dikenal sebagai penasihat politik Megawati pada masa-masa sulit. Tapi yang terjadi, para pendukung Megawati melakukan blokade terhadap pendukung Eros Djarot. Malah Eros sendiri tidak diperkenankan memasuki arena kongres.Lalu, apakah Guruh sendiri serius akan menghadapi kakaknya dalam kongres PDIP Maret nanti? Kalau mendegarkan pernyataannya sejauh ini, tampaknya demikian. "Jangankan ketua umum, pada 1992 saya siap dan bersedia menjadi presiden," tegas Guruh dalam acara deklarasi Gerakan Pembaruan PDIP, Senin (17/1/2005) lalu.Namun banyak orang meragukan kesungguhan Guruh tampil berhadapan dengan Megawati. Maklum, selama ini Guruh dikenal sebagai sosok yang selalu ngikut Megawati. Pada saat terjun ke politik, yakni masuk menjadi caleg PDI pada Pemilu 1987, Guruh sebetulnya hanya mengikuti jejak kakaknya. Pada saat anak Soekarno yang lain, seperti Sukmawati dan Rachmawati mendirikan partai politik, Guruh tetap loyal kepada Megawati.Lantas, jika kini Guruh serius bersaing dengan kakaknya, apa yang melatarbelakanginya? Apa motifnya? Guruh mengaku ingin menjadikan PDIP sebagai partai besar yang moderen. Sebab, keterpurukan PDIP dalam Pemilu 2004 lebih karena faktor manajemen dan kepemimpinan partai. "Partai moderen adalah partai yang demokratis dan transparan," katanya.Tentu semua orang yang ingin memimpin PDIP mempunyai padangan seperti Guruh. Namun dalam hal persaingan dengan Megawati, Guruh sebetulnya mempunyai alasan khusus. Beberapa sumber detikcom di PDIP menyatakan, bahwa pencalonan Guruh kali ini serius. "Dia sedang menagih janji mbakyunya," kata sumber itu.Apakah Megawati pernah menjanjikan Guruh untuk memimpin PDIP? "Secara khusus Mega mungkin tidak pernah menjanjikan Guruh untuk memimpin PDIP. Namun selama ini banyak peluang politik Guruh yang tidak diambilnya atas saran mbakyunya (kakaknya). Lha, kalau semua saran mbakyu sudah dituruti, seiring dengan tambahnya usia, wajar dong bila Guruh ingin mendapatkan peran politik yang lebih besar."Orang-oang PDIP yang cukup dekat dengan Guruh mengingatkan pristiwa dipanggilnya Guruh oleh presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono sebelum pembentukan kabinet, Oktober lalu. "Saat itu kan Mas Ruh (sebutan untuk Guruh) ditawari kursi menteri oleh SBY. Tapi ketika hal itu disampaikan ke mbakyunya, Mbak Mega melarang. Mas Ruh pun menuruti saja," tutur sumber tersebut.Nah, kalau jadi menteri saja dilarang, apa jadi ketua umum juga dilarang? Di sinilah Guruh menagih janji Megawati. Sebab, sebagai sesama anak Soekarno, Guruh pun juga ingin mempunyai peran politik yang lebih besar. Kini usai Guruh sudah 52 tahun. Inilah saatnya untuk meraih peran politik yang lebih signifikan, seperti memimpin partai. Oleh karena itu, Guruh pun tak ragu untuk menghentikan kepemimpin Megawati di PDIP. (diks/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads