Gudang Farid Faqih di Lambaro, Aceh Besar Dijaga Brimob

Gudang Farid Faqih di Lambaro, Aceh Besar Dijaga Brimob

- detikNews
Jumat, 28 Jan 2005 11:24 WIB
Aceh Besar - Pos gudang milik Farid Faqih yang berada di belakang gudang Bulog Regional NAD yang berada di Jl. Sultan Iskandar Muda, Lambaro, Aceh Besar kini dijaga empat anggota Brimob. Gudang ini terletak sekitar 1 km dari Bandara Iskandar Muda. Gudang Bulog Regional NAD ini digunakan oleh sejumlah LSM, termasuk dari PBB, untuk menyimpang bahan bantuan untuk pengungsi. Ada banyak gudang di sekitar gudang Bulog ini. Gudang yang disebut-sebut milik Farid berada di bagian belakang gedung gudang Bulog ini. Gudang Farid Faqih ini tidak berupa gedung, tapi hanya halaman. Tidak seberapa luas, sekitar 6x8 meter. Barang-barang yang dikumpulkan Gowa disimpan di halaman ini dan ditutup dengan plastik warna biru. Gudang Farid ini kini di-police line dan dijaga empat anggota Brimob. Meski begitu, orang tetap bisa mendekat ke gudang ini dan melihat barang-barang yang ada di tempat itu. Dalam pemantauan detikcom, barang-barang yang terdapat di tempat ini, antara bantuan dari Deppredindag, ada tenda darurat, peralatan masak, karung plastik, baju-baju bekas, dan lain-lain. Ada juga puluhan logistik, misalnya ada tulisan kotak aqua untuk Satgas Kesehatan Satgas Penerangan TNI AD bantuan dari pemerintah Korea, ada juga barang-barang kesehatan, seperti kapur barus, obat-obatan, dan antiseptik dari Depkes. Juga ada sebuah genset. Terlihat juga puluhan karung beras dan air minum dari Thailand. Sekitar pukul 09.00 WIB, Jumat (28/1/2005), ada anggota tim dari Depkes, dr Indo, yang mengecek keberadaan barang-barang milik Depkes di gudang Farid Faqih ini. "Kita ke sini untuk mengecek barang-barang Depkes yang ada di sini untuk memastikan jenis barang apa saja yang ada. Kita dapat informasi dari televisi dan atasan kami mengenai barang apa saja yang bisa disuplai ke beberapa tempat pengungsian," kata dia."Jadi, kita hanya dapat info lalu kita cek. Karena memang di televisi, terlihat ada label-label dari Depkes, maka kita ke sini," lanjutnya. Barang milik Depkes yang berada di gudang ini, antara lain antisepktik dan kapur barus. Sementara itu salah seorang perwira penerangan TNI AD Mayor Dudi Zulfadli yang bertugas di Aceh Besar juga berada di gudang Farid Faqih ini. Menurut dia, barang-barang yang seharusnya digunakan untuk TNI AD ini sudah lama ditunggu kedatangannya. "Barang-barang milik TNI AD ini memang sudah lama ditunggu sejak kita datang tiga minggu lalu. Sampai sekarang, belum tiba di markas Kompi A Japake, Aceh Besar. Saya juga kaget kok barangnya bisa di sini. Bantuan genset juga belum tiba," kata dia. Seperti diketahui, Farid Faqih, koordinator Gowa, ditangkap aparat provos TNI AU di sekitar Lanud Iskandar Muda pada Rabu (26/1/2005) sore. Sebelum ditangkap, Farid mengalami tindakan kekerasan oleh anggota TNI, sehingga mukanya babak belur. Farid dituduh melakukan pencurian barang-barang bantuan yang ada di Lanud. Oleh Pom TNI AU, Farid kemudian diserahkan ke polisi. Oleh Polresta Banda Aceh, Farid dijadikan tersangka penipuan dengan pemberatan bantuan untuk pengungsi Aceh. (asy/)


Berita Terkait