Butuh 21 Jam, Dwipayanti-Dwipayani Dioperasi Besok

Butuh 21 Jam, Dwipayanti-Dwipayani Dioperasi Besok

- detikNews
Jumat, 28 Jan 2005 11:16 WIB
Surabaya - Kembar siam asal Denpasar, Dwipayanti-Dwipayani yang kini berusia 9 bulan dipastikan akan menjalankan operasi pemisahan di RS dr. Soetomo, besok. Operasi ini diperkirakan akan memakan waktu 19-21 jam nonstop.Operasi yang akan dipimpin dr. Teguh Silvaranto ini akan dimulai tepat pukul 06.00 WIB dengan melibatkan 50 dokter dan perawat dari 19 instalasi di rumah sakit tersebut.Untuk pemisahan kembar siam dada dan perut tersebut akan dilakukan empat tahapan. Pertama kali dilakukan pemisahan atau pengembangan kulit. Selanjutnya, pemisahan liver, selaput jantung dan pemisahan kulit bagian bawah.Untuk keperluan operasi ini, pihak rumah sakit telah mendatangkan peralatan canggih dari Singapura, seperti pisau bedah khusus yakni harmony scalpel, termasuk pisau cadangannya yang disiapkan oleh investor lokal. Tidak hanya pisau khusus itu saja, pihak rumah sakit juga menyediakan cadangan semua peralatan yang akan digunakan untuk mengantisipasi jika terjadi risiko kerusakan di tengah proses pemisahan.Menurut Teguh, operasi pemisahan ini sangat layak dilakukan karena kondisi bayi kembar siam ini masuk kategori bisa dipisahkan. "Sehingga harapan untuk hidupnya sangat besar. Namun kita tetap harus didukung oleh doa dari masyarakat secara luas," kata Teguh saat memaparkan rencana operasi dihadapan Menkes Siti Fadilah Supari di ruang GBPT, RS dr. Soetomo, Surabaya, Jumat, (28/1/2005).Untuk memantau jalannya operasi, pihak rumah sakit akan menggunakan ruang GBPT sebagai ruang pemantau. Saat ini di ruangan tersebut telah dipasang pesawat televisi.Sementara itu, jubir tim dokter pemisahan bayi kembar siam dr. Agus Hariyanto mengatakan, kedua orangtua bayi Dwipayanti-Dwipayani sudah siap menerima risiko terburuk apapun dalam proses operasi tersebut. Bahkan, dalam penandatanganan surat pernyataan mereka menyatakan tidak akan menuntut jika terjadi hal-hal yang terburuk. Penandatanganan disaksikan sejumlah wartawan yang juga ikut menandatangani perjanjian tersebut dalam kapasitas sebagai saksi."Keduanya tabah dan kita sebagai dokter yang menangani sudah menganggap Yani dan Yanti sebagai keluarga sendiri, dan kita akan bekerja keras supaya operasi bisa berhasil," katanya.Sebelumnya tim dokter telah melakukan operasi tissu expander terhadap kedua bayi ini pada 11 Desember 2004 dan operasi tissu expanding pada 27 Januari 2005. Kedua operasi ini terkait dengan proses pengembangan kulit yang akan digunakan untuk menutup bagian yang dipisahkan.Sehari menjelang operasi atau hari ini, Menkes Siti Fadilah Supari sempat melihat kesiapan tim dokter yang akan menangani operasi tersebut.Namun dalam kunjungan tersebut, Menkes tidak bisa langsung melihat ruang tempat perawatan bayi kembar siam itu. Namun para dokter menyampaikan paparannya mengenai pertama kali bayi tersebut di rujuk ke RS dr. Soetamo. Dijelaskan Teguh, saat itu kedua bayi beratnya baru 5 kg dan menjelang operasi saat ini telah mencapai 13 kg.Dalam kesempatan itu Menkes memberikan dukungan secara moril kepada kedua orangtua bayi kembar siam tersebut, yakni I Gusti Ayu Ketut Sriyani dan I Gusti Eka Laya Kunta."Mari kita semua rakyat Indonesia berdoa agar operasi pemisahan bayi kembar dada dan perut itu bisa sukses dan selamat, dan kalau besar bisa berguna bagi bangsa," kata Fadilah.Fadilah juga memuji penanganan tepat yang dilakukan tim dokter RS dr. Soetomo, termasuk masalah pembiayaan yang ditanggung pihak rumah sakit. (umi/)


Berita Terkait