WN Brazil Marco Stres Jelang Eksekusi Mati, Tak Tulis Permintaan Terakhir

WN Brazil Marco Stres Jelang Eksekusi Mati, Tak Tulis Permintaan Terakhir

- detikNews
Sabtu, 17 Jan 2015 16:48 WIB
WN Brazil Marco Stres Jelang Eksekusi Mati, Tak Tulis Permintaan Terakhir
Jakarta - Utomo Karim, pengacara Marco Archer Cardoso Moreira (WN Brazil) yang akan dieksekusi mati sempat menemui kliennya Rabu lalu. Saat itu, kliennya dalam kondisi tegang bahkan sempat berontak saat hendak dipindahkan ke ruang isolasi.

"Dia stres dan shock. Bahkan saat diminta menuliskan permintaan terakhir dia tak bisa menulis," jelang Utomo, Sabtu (17/1/2015).

Pada Rabu itu, Utomo bersama seorang staf dari Kedubes Brazil datang ke Nusakambangan. Jaksa dari Kejati Banten juga datang ke Nusakambangan dan memberitahu bahwa grasi Marco ditolak dan akan segera dieksekusi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Marco kemudian dipindahkan ke ruang isolasi, saat itu dia diborgol, malam-malam itu," terang Utomo.

Marco menyangka malam itu juga eksekusi dilakukan, karenanya saat dipindahkan dia berontak dan berteriak. Dia meminta agar kalau hendak ditembak mati tak usah dipindahkan, langsung saja dilakukan.

"Itu memang hanya pemberitahuan soal grasi ditolak, dan pemindahan untuk isolasi. Tapi malam-malam gitu, tolonglah manusiawi, ini kan dia sudah mau dihukum mati," urai Utomo.

Marco, pria berusia 53 tahun ini dihukum karena membawa 13,5 Kg kokain. Dia divonis mati, dan kemudian mengajukan banding dan PK, hingga grasi namun ditolak. Menurut Utomo, kliennya hanya menjadi kurir saja, bukan pengedar atau bandar. Kliennya terjebak utang setelah mengalami kecelakaan dan tak punya uang untuk berobat.

"Permintaan terakhir dia hanya diucapkan, tidak ditulis. Dia ingin bertemu keluarganya saja," tutup dia.


(dha/ndr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads