Lima Jenazah Korban AirAsia Berhasil Diidentifikasi

Lima Jenazah Korban AirAsia Berhasil Diidentifikasi

- detikNews
Sabtu, 17 Jan 2015 15:20 WIB
Lima Jenazah Korban AirAsia Berhasil Diidentifikasi
Surabaya - Dari 11 jenazah korban AirAsia yang ada di Rumah Sakit Bhayangkara, lima di antaranya berhasil diidentifikasi. Kelima korban berhasil diidentifikasi sebagian besar dari DNA yang bukan berasal dari orang tua atau keluarga yang sedarah.

"Kami menyampaikan apresiasi kepada tim DVI yang telah bekerja keras dan melakukan rekonsilisasi sehingga lima jenazah dapat diidentifikasi hari ini," kata Kabid Dokkes RS Bhayangkara Polda Jatim Kombespol Budiyono dalam konferensi pers, Sabtu (17/1/2015).

Lima jenazah yang berhasil diidentifikasi adalah:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Label B027 atas nama Yenni Soewono (38), warga Surabaya
Label B035 atas nama Sesha Aldi Krisputra (15), warga Pasuruan
Label B036 atas nama BoB Hartanto Wijaya (25), warga Malang
Label B040 atas nama Albertus Eka Surya Yulianto (10), warga Probolinggo
Label B046 atas nama Kho Kusuma Chandra (55), warga Tarakan

Menurut dia, para korban dapat teridentifikasi dari barang milik mereka seperti pakaian, sisir, dan lain-lain.

Budiyono menerangkan satu persatu jenazah yang diidentifikasi. Jenazah Yenni Soewono (38) yang berlabel B027 dapat diidentifikasi dari duas metode primer dan dua metode sekunder. Metode primer pertama yakni DNA yang dicocokkan dengan ikat rambut milik Yenni dan itu identik. Satu metode primer lagi adalah pemeriksaan gigi. Sementara metode sekunder pertama adalah antroplogi dan medis yakni usia, jenis kelamin, dan adanya bekas luka operasi cesar. Satu lagi metode sekunder yang digunakan adalah properti yakni pemeriksaan cctv yang keluarga korban mengenali Yenni dari pakaian yang dikenakannya.

Jenazah Sesha Aldi Kristanto Putra (15) yang berlabel B035 dapat dikenali dari satu data primer dan dua data sekunder. Data primer didapatkan dari DNA yang dibandingkan dengan T-Shirt milik Sesha yang belum dicuci dan itu cocok. Sementara data sekunder pertama adalah usia, tinggi badan, dan kelamin serta data primer kedua adalah pencocokan cctv yang keluarga dapat mengenali Sesha dari kaos dan celana yang dikenakan.

Jenazah dengan label B036 atas nama Bob Hartanto Wijaya (25) dikenali dari satu data primer yakni DNA yang dicocokkan dengan topi Bob di rumahnya. Serta dua data sekunder yakni antroplogi (usia, jenis kelamin, tinggi badan) dan properti yakni pengenalan kaos dan celana oleh keluarga dilihat dari cctv.

Jenazah Albertus Eka Surya Yulianto (10) yang berlabel B040 dikenali dari dua data primer yakni terdapat kesamaan foto rahang yang dibandingkan dengan hasil pemeriksaan gigi di rumah sakit tempat Albertus pernah memeriksakan gigi, serta 15 titik persamaan sidik jari. Sementara dua data sekundernya adalah antropologi (usia, kelamin, tinggi badan) dan properti (cctv).

Selanjutnya, jenazah berlabel B046 atas nama Kho Kusuma Chandra (55) dikenali dari data primer yakni DNA yang dibandingkan dengan anak kandung serta dua data sekunder yakni antropologi (usia, jenis kelamin, tinggi badan) dan properti (cctv).

Dengan diidentifikasinya 5 jenazah hari ini, berarti sudah ada 46 jenazah dari 51 jenazah yang berhasil diidentifikasi. "Masih ada enam jenazah yang masih terus kami lakukan identifikasi," pungkas Budiyono.
(iwd/aan)


Berita Terkait