Melepas kesedihan dan emosi yang dipendamnya setelah mengetahui dirinya akan dieksekusi, Tran atau kerap disapa Asien mengungkapkannya dengan lagu. Ia bernyanyi sambil memainkan gitar di ruang khusus di Lapas Wanita Bulu sebelum dibawa ke lokasi eksekusi.
"Dia bernyanyi sambil main gitar," kata Kalapas Wanita Bulu, Suprobowati, Jumat (16/1/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Walau di lapas dilarang merokok, tapi kami memenuhi keinginannya itu. Dia ingin makan masakan Vietnam juga kami penuhi. Saya lupa nama masakannya," jelas Suprobowati.
"Diisolasi dia tidak stres. Jangan dibayangkan ruang isolasi itu menyeramkan," imbuhnya.
Meski awalnya terlihat tegar saat mendengar dirinya akan dieksekusi, Asien terkadang masih terlihat sedih. Bahkan kepada rohaniawan, Asien mengungkapkan tidak ingin mati.
"Dia juga protes kepada dirinya sendiri karena saat harus menopang keluarga, dia harus menjalani hukuman tersebut," pungkas Suprobowati.
Asien menyelundupkan 1,1 kg sabu di Bandara Adi Sumarmo Solo. Pada 22 November 2011, ia dijatuhi hukuman mati oleh PN Boyolali. Asien sudah mengungkapkan permintaan terakhirnya yaitu tidak diborgol saat eksekusi dilaksanakan.
(alg/try)











































