PKBI: Remaja Perlu Dibekali Informasi Perilaku Seks yang Benar

PKBI: Remaja Perlu Dibekali Informasi Perilaku Seks yang Benar

- detikNews
Jumat, 28 Jan 2005 08:41 WIB
Jakarta - Ketua Divisi Komunikasi Informasi dan Avokasi Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Adrianus Tanjung menyatakan hasil survei yang mengatakan 40 persen remaja melakukan hubungan seks pranikah pertama kali di rumahnya sendiri perlu ditanggapi serius oleh semua pihak."Angka itu tinggi sekali. Dan sebenarnya hal ini membuktikan kepada kita bahwa kehidupan para remaja perlu dibekali dengan informasi perilaku seks yang benar," tuturmya ketika dihubungi detikcom melalui telepon, Jumat (28/1/2005) pagi.Temuan ini menunjukkan pentingnya edukasi tentang pendidikan seks yang benar kepada para remaja. "Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) sudah membentuk Youth Center, semacam pusat tempat konsultasi remaja yang ingin mendapat info tentang pendidikan seks atau yang lainnya seperti penyakit menular seksual atau HIV/AIDS misalnya," kata Adrianus. Menurut Adrianus, kita harus memberikan informasi penyeimbang dari pengaruh pengaruh negatif yang diberikan oleh beberapa media, terutama bagi remaja yang tinggal di di kota besar.Faktor lain yang menjadi sorotan Adrianus adalah rendahnya pendidikan seks yang didapat oleh remaja kita sekarang ini. Sebab ketika si anak ingin mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan perilaku seks kebanyakan orang tua melarang untuk menanyakaan hal tersebut karena masih dianggap sebagai suatu yang tabu. Atau mungkin juga orang tua tidak mengerti banyak tentang hal yang ditanyakan. "Padahal seharusnya orang tua menunda menjawabnya bukan melarangnya sehingga ketika si anak merasa tidak mendapat informasi yang dibutuhkan dia kemudian bertanya kepada temannya yang belum tentu benar penjelasannya, di sinilah bahayanya," ujar Adrianus.Dilanjutkan Adrianus, fenomena ini menunjukkan perlunya dukungan luas dari seluruh elemen masyarakat dan pemerintah untuk menangani masalah ini. Sebab ada tiga komponen yang diperlukan untuk menunjang informasi mengenai pendidikan sex yang benar, yaitu remaja, orang tua, guru dan masyarakat atau pemerintah. "Mereka harus berjalan bersamaan untuk memberikan informasi tersebut."Adrianus juga menyarankan kepada para remaja harap tidak malu untuk menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan masalah seksual kepada orang atau lembaga yang dapat dipercayai dapat memberi informasi yang benar mengenai hal tersebut. "Biar para remaja terutama remaja putri tidak menyesal di kemudian hari," demikian Adrianus Tanjung. (gtp/)


Berita Terkait