Pemerintah Targetkan 15,5 Juta Warga Miskin Peroleh 'Kartu Sakti Jokowi'

- detikNews
Jumat, 16 Jan 2015 04:06 WIB
Jakarta - Data valid diperlukan dalam pengentasan kemiskinan yang digulirkan melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Kartu Simpanan Keluarga Sejahtera (KSKS) sebagai langkah memudahkan akses bagi warga miskin memperoleh hak-hak normatif. Ditargetkan sebanyak 15,5 juta warga miskin bisa segera memperoleh 'Kartu Sakti' tersebut.

"Warga miskin berhak mendapatkan pelayanan kesehatan, pendidikan bagi anak-anak mereka dan untuk keberlangsungan ekonomi keluarga," kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Kamis (15/1/2015).

Khofifah mengatakan, sasaran 15,5 juta warga miskin untuk memperoleh kartu sakti dan memanfaatkannya adalah target yang tidak boleh meleset. Keabsahan data harus disikapi dan dilakukan instansi terkait.

"Data valid menjadi sangat penting dalam upaya pengentasan kemiskinan. Tanpa adanya data yang sahih penanganan kemiskinan hanyalah mimpi," ujarnya.

Sinergitas pendataan di daerah mutlak dilakukan seperti oleh Dinas Sosial, Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan dan Kebudayan. Sementara DPRD bisa melakukan pengawasan atas implementasi pendataan, maupun validitas data yang dihasilkan.

"Saya kira DPRD bisa berperan dengan mengawasi implementasi pendataan dan validitas data itu sendiri," terangnya.

Tidak hanya dengan KIP, KIS, KKS, KSKS, tapi juga dengan Program Keluarga Harapan (PKH).

Pada Januari ini, KIS ditargetkan menjangkau 96,4 juta jiwa ditambah1,7 juta PMKS, 320 ribu narapidana, serta 8,3 juta cadangan. KKS menjangkau 15,8 juta Rumah Tangga Sasaran (RTS) dan 340 ribu Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).

KIP menjangkau 19 juta siswa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), ditambah KIP dari para siswa Kementerian Agama (Kemenag).

(jor/dnu)