KBRI: Temuan 30% TKW Dijadikan Penjaja Seks Menyesatkan
Jumat, 28 Jan 2005 08:01 WIB
Jakarta - Kedutaan Besar RI di Riyadh, Arab Saudi, menilai pernyataan Wakil Ketua DPR Zaenal Ma'arif bahwa 30 persen tenaga kerja wanita (TKW) asal Indonesia dijadikan penjaja seks di Arab Saudi tidak didasarkan data akurat dan dapat menyesatkan.Menurut Sekretaris Pertama Pelaksana Fungsi Penerangan KBRI Riyadh, Arif Suyoko, dalam rilis yang diterima detikcom, Jumat (28/1/2005), pernyataan Zaenal Ma'arif itu hanya didasarkan pengakuan beberapa TKW yang diwawancarainya."Nampaknya kesimpulan yang dibuat Bapak Zaenal Ma'arif tidak didasarkan pada data yang akurat atau data hasil penelitian dengan jumlah sampel yang memadai. Dengan demikian kesimpulan tersebut bias dan dapat menyesatkan," tulis Arif.Dijelaskan Arif, dalam pertemuan antara KBRI Riyadh dengan tim anggota DPR RI yang dipimpin Zaenal Ma'arif pada 26 Januari lalu, maupun saat peninjauan ke transit house yang dikelola KBRI, KBRI tidak menyatakan perkiraan 30 persen TKW asal Indonesia dijadikan penjaja seks.Namun pada saat tim DPR RI berkunjung ke transit house terdapat 56 TKW yang mengadukan permasalahannya. Pada saat dialog tersebut ada beberapa TKW yang mengaku mengalami pemerkosaan ketika berada di dalam penampungan liar. Hasil dialog ini yang menurut KBRI Riyadh disimpulkan Zaenal Ma'arif sebagai 30 persen TKW asal Indonesia dijadikan penjaja seks di Arab Saudi. Padahal, sebagai catatan, jumlah TKW asal RI di Arab Saudi saat ini mencapai 600.000 orang."Dari jumlah tersebut yang mengadukan permasalahan ke KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah setiap tahunnya berkisar 3.500 orang saja, dan kebanyakan masalah yang diajukan adalah yang tidak dibayar," tulis Arif.Di akhir rilisnya Arif menyatakan dari pengamatan KBRI Riyadh memang diakui terdapat pengakuan beberapa TKW yang diperlakukan oleh para penampung gelap secara tidak manusiawi sebagai penjaja seks.Jadi, memang ada ya, pak?
(gtp/)











































