Amien Rais: SBY Pemimpin yang Tak Berani Ambil Risiko
Jumat, 28 Jan 2005 00:23 WIB
Yogyakarta - Mantan Ketua MPR Amien Rais menilai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono adalah tipe pemimpin yang tidak berani mengambil risiko. SBY sama sekali tidak melakukan gebrakan yang pernah digemborkan."Menurut saya, mereka berdua jelas sekali tipe risk taking leadernya tidak ada sama sekali terutama SBY," kata Amien Rais dalam diskusi Refleksi 100 Hari Pemerintahan SBY-Kalla di Benteng Vredeburg di Jl A. Yani Yogyakarta, Kamis (27/1/2005) malam.Menurut Amien, bila seorang pemimpin tidak pernah berani mengambil risiko atau menjadi risk taker maka penampilannya serba ragu-ragu. Yang kurang dari kepemimpinan SBY adalah keberanian secara moral dari pemimpin untuk mengambil suatu risiko."Apabila tidak mau mengambil resiko maka jangan diharapkan ada gebrakan-gebrakan yang konkrit. Sepertinya mau maju ragu-ragu, mau mundur juga nggak enak. Ini yang nampak selama 100 hari," kata Ketua Umum PAN itu.Amien juga menilai SBY menjadi pemimpin yang cenderung menyukai discourses atau berwacana dalam menyikapi suatu masalah. Dia mencontohkan dalam menangani kasus Poso misalnya akan diselesaikan dengan delapan langkah. Sedangkan untuk menangani musibah bencana di Aceh dia akan menyelesaikan dengan 12 langkah."Jadi perkara melangkah atau tidak itu nanti. Tapi sudah ada langkah dulu dalam wacana itu. Jadi memang suka berwacana indah. Politiknya yang inconcreted, tidak jelas dan serba normatif sehingga jangan diharapkan langkah yang konkret," kata mantan rival SBY dalam pemilu presiden ini.Menurut Amien, saat ini mulai banyak yang tidak puas dengan kepemimpinan SBY-Kalla sehingga ada yang ingin menurunkan ditengah jalan. Namun dirinya tidak setuju bila diturunkan di tengah jalan. Sebab risiko politik jauh lebih besar dan bisa semakin ruwet.SBY naik menjadi presiden salah satu faktor utamanya adalah popularitas yang sangat besar. Sehingga yang dikhawatirkan adalah adanya hukum alam bahwa seseorang yang muncul dengan cepat maka akan melorot dengan cepat pula. Amien lalu mencontohka kasus Verry di Akademi Fantasi Indonesir dan artis Inul Daratista dalam dunia entertainment yang sempat mengalahkan Rhoma Irama. "Tapi sekarang kita bertanya, where are you Inul?"Lalu dilanjutkannya, "SBY juga bisa demikian, dia mendapatkan popularitas yang besar dan cepat. Saya khawatir apa yang terjadi di dunia hiburan bisa terjadi dalam dunia politik. Tapi mudah-mudahan saya keliru."
(gtp/)











































