Polisi Selidiki Identitas Pemimpin OPM Keli Kwalik

Polisi Selidiki Identitas Pemimpin OPM Keli Kwalik

- detikNews
Jumat, 28 Jan 2005 01:01 WIB
Jakarta - Kepolisian kini sedang menyelidiki apakah pemimpin kelompok separatis bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang ditangkap beberapa waktu lalu benar-benar Keli Kwalik, tokoh yang selama ini dicari-cari."Untuk mencari kejelasannya jajaran kepolisian sedang melakukan penyelidikan identitas melalui sidik jari dan lainnya. Ini masih perlu pendalaman," kata Kapolri Jenderal Pol Da'i Bachtiar.Kapolri, yang ditemui wartawan usai rapat evaluasi pemberantasan korupsi di Kantor Kepresidenan, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (27/1/2005) malam, hal ini dilakukan karena ada sanggahan dari OPM yang ditangkap Kelik Kwalik.Menurut Kapolri, kasus penangkapan Keli Kwalik adalah dalam upaya Polri mencari pelaku penyerangan dan pengrusakan yang kemudian menangkap beberapa orang. "alah satunya mengaku bernama Kelik Kwalik, dan itu dibenarkan oleh teman-temannya. Kita tahu siapa dia sebagai salah satu tokoh OPM."Keli Kwalik ditangkap bersama enam anak buahnya dan ditahan di Kepolisian Resor Jayawijaya. Mereka menjalani pemeriksaan secara intensif terkait sejumlah kegiatan makar dan pembakaran fasilitas pemerintah di daerah tersebut.Penangkapan Keli Kwalik dan enam anak buahnya dilakukan anggota Brigade Mobil (Brimob) Polda Papua bersama Kepolisian Resor (Polres) Jayawijaya di Kampung Wurineri, Distrik Wunin, Kabupaten Tolikara, Sabtu (22/1/2005) lalu.Di tempat Keli Kwalik ditangkap aparat kepolisian menemukan beberapa barang bukti berupa bendera bintang kejora, busur, panah, tombak, linggis, parang, senapan angin, rantai, kamera, kartu anggota satuan tugas Papua, dan sejumlah dokumen tentang perjuangan Papua merdeka. Barang-barang bukti tersebut kini diamankan di Markas Polres Jayawijaya di Wamena.Keli Kwalik adalah otak pelaku pembakaran fasilitas pemerintah di Distrik Wunin dan Distrik Tolikara berupa gedung sekolah dasar, puskesmas, kantor distrik, dan rumah kepala kampung. Mereka juga membakar puluhan rumah penduduk, yang tidak bersedia bergabung dengan OPM.Namun Saul Bomay, yang mengaku sebagai juru bicara OPM, mengatakan, bukan anggota OPM yang ditangkap aparat kepolisian, tetapi masyarakat dari Distrik Wunin, Panaga, dan Distrik Wina. Menurut Bomay, mereka adalah masyarakat biasa yang dihasut oknum elite politik di Tolikara untuk melakukan perusakan dan pembakaran fasilitas pemerintah. (gtp/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads