"Kalau LRT klausulnya beda. Saya kasih mereka hakβ KLB tapi dia bangunin buat PT kita. Jadi nggak jadi, jadi 1/2, 3/4 semua milik kita. Jadi kalau kamu mau ninggiin bangunan kamu, kamu harus kasih saya ngerjain bangunan ini," ujar Ahok.
Hal ini dikatakannya di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (15/1/2015). Ahok akan membuat LRT menjadi transportasi berbasis Public Service Obligation (PSO) atau mendapat subsidi dari Pemprov DKI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini pihaknya sudah memiliki rencana 7 rute perjalanan LRT. Ahok pun langsung 'tancap gas' meminta BUMD, yakni PT Pembangunan Jaya dan PT Jaya Konstruksi membuat desain rutenya agar bisa segera dimatangkan.
"Sudah selesai 7 rute. Makanya itu gunanya kita punya BUMD. Saya tugaskan BUMD kami, saya minta tolong kamu desainkan semua," kata suami Veronica Tan ini.
"Dalam kota. Udah 7 rute. Nanti saya dari Pluit naik LRT ke sini kalau sudah selesai," pungkasnya.
(aws/fjr)











































