"Bohong! Itu tidak benar," kata Ketua Tim Investigasi QZ8501 Prof Marjono Siswosuwarno di kantor KNKT, Jl Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Kamis (15/1/2015).
Rekaman suara dengan kata AirAsia tersebut mirip dengan rekaman suara yang disebut berasal dari black box AdamAir 2007 lalu. Rekaman suara yang disebut AdamAir itu juga dinyatakan tidak benar. Namun Marjono tidak menanggapi kemiripan keduanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Marjono menyayangkan adanya pihak tak bertanggungjawab yang tidak diketahui motifnya membuat rekaman seperti itu. Dosen ITB itu menjamin rekaman black box AirAsia QZ8501 tidak akan bocor dan tidak akan pernah disiarkan.
"Jangan ikut meresahkan masyarakat, rekaman itu tak akan boleh bocor atau disiarkan," ujar Marjono.
Sementara itu, Kepala Sub Komite Penyelidikan Kecelakaan Udara KNKT, Masruri menyatakan dirinya sendiri belum mendengar rekaman QZ8501. Ia menyampaikan, masyarakat jangan terima mentah-mentah informasi dari media sosial atau lainnya sebelum ada konfirmasi dari pihak yang berwenang.
"Saya sampai detik ini belum pernah dengar rekaman di CVR. Kepada seluruh masyarakat, apalagi keluarga, tidak perlu percaya kepada informasi-informasi yang belum jelas," ucap Masruri di lokasi yang sama.
(vid/ndr)











































