Belum Ada Bukti Penjualan Anak-anak Korban Tsunami Aceh
Kamis, 27 Jan 2005 20:23 WIB
Banda Aceh - Save The Children, sebuah LSM yang menangani anak-anak, menyebutkan sampai saat ini belum menemukan bukti terhadap penjualan anak-anak korban tsunami di Aceh. Begitu juga dengan laporan yang menyebutkan adanya 300 anak Aceh korban tsunami yang dibawa keluar Aceh oleh sebuah lembaga Kristen. "Kita sudah membentuk tim untuk mencari tahu tentang kabar yang sempat menghebohkan itu, tapi sejauh ini kami belum memiliki bukti," ujar CEO dan President Save The Children USA, Charles Maccormack pada wartawan di Pendopo Gubernur NAD, Kamis (27/01/2005).Sementara itu disebutkannya, sampai saat ini Save The Children sudah mendata 72 anak yang terpisah dari orang tua dan keluarga di 17 kamp pengungsian di Banda Aceh dan Aceh besar serta 3 kamp pengungsian di Pidie. "Kita akan sebarkan informasi tetang keberadaan anak-anak itu. Kita juga akan sangat selektif jika ada yang melapor tentang anak mereka yang hilang dan kita akan benar-benar meneliti, agar kita tahu secara pasti bahwa itu benar-benar orang tua mereka," jelasnya lebih lanjut.Dia juga menuturkan, gangguan mental dan kejiwaan pada anak-anak yang yang selamat, masih dalam batas normal. Seperti mimpi buruk, tidak bisa jauh dari orang tua. Menurut dia, tinggal bersama keluarga yang masih selamat, merupakan penyembuhan langkah awal terhadap psikologis anak. "Hal itu akan mempermudah dan mempercepat proses penyembuhan," jelasnya. Sedangkan untuk data jumlah anak korban tsunami di Aceh, Charles mengaku belum memilikinya. "Tapi berdasarkan data pemerintah sebanyak 220 ribu anak jadi korban dan sekitar 500 sampai 600 anak-anak berada di lokasi pengungsian. Empat puluh persen dari total penduduk itu merupakan pengungsi anak-anak," demikian Charles.
(asy/)










































