Presiden SBY Sesalkan Terjadinya Pemukulan pada Farid Faqih
Kamis, 27 Jan 2005 19:00 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyesalkan terjadinya tindak pemukulkan terhadap Koordinator GOWA Farid Faqih yang diduga mencuri barang bantuan untuk korban bencana gempa dan tsunami di Aceh."Presiden tidak ingin ada main hakim sendiri. Kalau ada pemukulan tentu harus ditangani secara hukum," kata Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi menjelaskan tanggapan Presiden SBY tentang kasus ini.Sudi, usai rapat evaluasi pemberantasan tindak pidana korupsi di Kantor Kepresidenan, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (27/1/2005), selanjutnya menyatakan presiden meminta agar kasus ini diusut melalui jalur hukum. "Kalau ada tindak pidana, tentu hukum yang bicara, bukan main hakim sendiri," katanya.Sementara Kapolri Jenderal Pol Da'i Bachtiar, yang ditemui secara terpisah di kompleks Istana Kepresidenan, menyatakan penyidik Polri sejauh ini baru melihat dari sisi hukum bahwa telah terjadi dugaan pencurian terhadap milik orang lain. Kepolisian dalam proses awal ini belum melebarakan penyidikan pada kasus pemukulan. Namun apabila ada upaya hukum terhadap insiden, Polri akan menindaklanjutinya. "Kita lihat dulu saja fakta-faktanya. Tidak ada rekayasa politik dalam kasus ini. Kami berpijak pada sisi hukumnya saja," kata Kapolri.
(gtp/)











































