Sevel Janji Tuntaskan Perizinan, Wagub Djarot Siap Sikat Oknum di Pemprov

Sevel Janji Tuntaskan Perizinan, Wagub Djarot Siap Sikat Oknum di Pemprov

- detikNews
Rabu, 14 Jan 2015 18:52 WIB
Sevel Janji Tuntaskan Perizinan, Wagub Djarot Siap Sikat Oknum di Pemprov
Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan, dari 2.000 lebih mini market di Jakarta, banyak yang belum mengantongi izin. Jajarannya akan melakukan penertiban. Presiden Direktur PT Modern Sevel Indonesia Henri Honoris setuju dengan rencana itu.

Djarot dan Henri melakukan pertemuan di ruang pertemuan kantor Wagub Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (14/1/2015). Dalam pertemuan itu hadir juga Kadis Koperasi UMKM dan Perdagangan (KUMKMP) Djoko Kundaryoβ€Ž dan Asisten Perekonomian Pemprov DKI Franki Mangatas.

Kepada Djarot, Henri berjanji akan melakukan pembenahan terhadap seluruh gerai mini market 7-Eleven di Jakarta dan sekitarnya yang jumlahnya 200 gerai lebih. Dinas Pariwisata mencatat, baru ada 91 gerai yang mendapat izin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau soal izin itu memang kesalahan ada pada kami. Kami kan masih baru di Jakarta karena itu kita tunduk sama aturan dan akan segera menyelesaikan soal perizinan," kata Henri pada wartawan usai pertemuan.

PR Manager PT Modern Sevel Indonesia Neneng menambahkan, pihaknya selama ini ikut aturan pemerintah DKI Jakarta. Seluruh Sevel di Jakarta perizinannya diurus, namun terhambat karena prosesnya lama. Akhirnya mereka memilih membuka gerai sambil menuntaskan proses perizinan.

"Paling lama ada pada IMB. Jadi ada gerai yang lebih dulu beroperasi sementara izinnya diurus," ucap Neneng pada wartawan. Djarot pun mengerti alasan itu. Ia meminta agar pihak Sevel segera menuntaskan perizinan.

Djarot juga mengimbau pihak 7-Eleven agar tidak memberi uang pelicin saat mengurus perizinan. Djarot mengatakan, dirinya siap membantu pihak 7-Eleven jika ada oknum yang mempersulit niat baik tersebut.

"Diurus saja Pak izinnya. Tapi bapak jangan kasih uang karena perizinan itu gratis. Kalau ada yang minta duit atau menghambat, langsung laporkan pada saya," ucap Djarot pada Henri dalam pertemuan tersebut.

Menurut Djarot, adanya persoalan izin itu harus menjadi bahan introspeksi internal Pemprov DKI Jakarta untuk menghilangkan 'uangβ€Ž pelicin' dalam pengurusan izin usaha. Hal ini juga disambut baik oleh pihak 7-Elevenl.

"Ini hal yang positif pertemuannya, dan kalau ada yang tidak sesuai peruntukannya, kita akan lakukan relokasi," ucap Henri.

Dijelaskan Henri, pertemuan dengan Djarot itu hal yang positif. Selama ini 7-Eleven pun menurutnya selalu sejalan dan mendukung langkah-langkah yang dibuat pemerintah, terutama Pemprov DKI Jakarta.

"Kami melakukan pembinaan salah satunya melalui pelatihan kepada para UMKM yang dilakukan 3 bulan sekali yang bekerjasama dengan Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan DKI Jakarta. Saat ini ada sekitar 50 UKM yang kami bina dan produknya kami jual di outlet 7-Eleven. Selain itu 7-Eleven juga berkomitmen untuk terus mengembangkan produk-produk makanan lokal, khususnya makanan khas Ibu Kota," jelasnya.

Selain bekerjasama dengan Dinas Koperasi, kata Henri, 7-Eleven juga bekerjasama dengan UMKM dan Perdagangan DKI Jakarta. 7-Eleven pun membina para UKM yang bekerjasama dengan Kementrian Koperasi dan UMKM dan Kementerian Perdagangan.


(bil/bar)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads