Kantor Meneg Kominfo 'Disegel'

Protes Iklan BBM Bajuri

Kantor Meneg Kominfo 'Disegel'

- detikNews
Kamis, 27 Jan 2005 17:41 WIB
Jakarta - Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Jabotabek melakukan penyegelan terhadap kantor Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo). Aksi itu untuk memprotes iklan layanan masyarakat tentang kenaikan BBM yang dinilai membodohi masyakat.'Penyegelan' dilakukan dengan memasang 'student line' di depan pintu gerbang kantor Meneg Kominfo, Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (27/1/2005). Dalam 'student line' diberi tulisan "Dilarang Melintas di Area Ini Karena Disegel oleh Mahasiswa". Ketua Senat Fisip UI, Faturrahman menyatakan, penyegelan itu merupakan bentuk ketidakpercayaan kepada Meneg Kominfo terkait penayangan iklan tentang kenaikan harga BBM. Tayangan iklan layanan masyarakat di media TV dengan menampilkan pemain sinetron Bajaj Bajuri, Bokir tentang kenaikan harga BBM dinilai merupakan pembodohan rakyat."Sesungguhnya yang merasakan dampak kenaikan BBM adalah rakyat yang ekonominya pas-pasan. Tukang bajaj pun sesungguhnya tidak sepakat dengan Bajuri yang diiklankan mendukung kenaikan BBM," kata Fatur.Dalam aksinya, mahasiswa lantas menuntut pemerintah mencabut kenaikan harga BBM yang semakin memperberat kehidupan rakyat. Mereka juga menyerukan masyarakat agar tidak percaya atas sosialisasi kenaikan harga BBM yang dilakukan pemerintah. Mahasiswa lantas menuntut pemerintah untuk menangkap koruptor dibandingkan menaikkan BBM. Menurut data BEM, jumlah subsidi BBM lebih kecil dibandingkan dengan nilai korupsi. Disebutkan, jumlah subsidi BBM hanya Rp 63 miliar. Sedangkan, kebocoran pajak mencapai Rp 147 triliun. "Bila pemerintah bisa mengusut kebocoran ini tentu hasilnya bisa digunakan untuk mensubsidi BBM," jelas Fatur. Mahasiswa yang jumlahnya sekitar 100 orang itu sebelum "menyegel" kantor Meneg Kominfo, berkumpul di UI Salemba. Dari Kominfo, aksi dilanjutkan ke Istana Negara. Di Istana ini, meski didera hujan deras, mahasiswa tetap menggelar aksinya. (iy/)


Berita Terkait