"Pada pukul 07.13 WIB, penyelaman kedua 3 orang menemukan CVR. Dan ini sudah dilihat KNKT bahwa benar adanya," ujar Widodo yang merupakan Dansatgas SAR AirAsia dari TNI di posko gabungan di Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Senin (13/1/2014).
Menurut Widodo, lokasi penemuan bukan berada di dekat sayap pesawat seperti informasi yang diberikan Basarnas sebelumnya. CVR berada di bawah gundukan serpihan yang di dalamnya ada mesin pesawat AirAsia jurusan Surabaya-Singapura itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Posisi dari yang ditemukan (serpihan pesawat) tersebar dan berserakan. Berada 1,7 mil laut atau 3,4 km dari (letak penemuan) ekor. Square cukup luas kurang lebih 6x6 mile. Posisi dari letak penemuan FDR hampir sejauh 500 meter dengan kedalaman 32 meter," sambung Laksamana Bintang 2 itu.
Koordinat ditemukannya CVR dan mesin pesawat ini berada di 03 derajat 27' 33" LS dan 109 42' 71" BT. Widodo pun meminta agar lokasi penemuan tersebut diberi tanda dengan memasang buoy (balon pelampung) sebagai tanda anda ada pihak keluarga yang ingin melakukan tabur bunga.
"Ini kita pasangi buoy kuning sebagao tanda di sana ditemukan gundukan besar itu mesin pesawat, mungkin jika keluarga ingin tabur bunga," Widodo menuturkan.
Kondisi di dasar laut tempat diketemukannya gundukan ini dikatakan Widodo sudah banyak tertimbun lumpur. Usai berhasil menemukan mesin pesawat, jajaran TNI AL bersama tim SAR lainnya akan melakukan pencarian terhadap main body pesawat yang diduga banyak terdapat jenazah korban.
"Kondisi di bawah rata-rata sudah tertutup lumpur. Karena jam 05.00-11.00 WIB, arus di bawah besar, sehingga pasir menutup barang yang ada. Bahkan CVR itu tertutup oleh pasir hingga menjadi gundukan. Kami juga akan bergegas mencari body pesawat," tutup Widodo.
(ear/fjr)










































