Mega Akui PDIP Kurang Solid
Kamis, 27 Jan 2005 16:26 WIB
Wonogiri - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengakui kondisi internal PDIP masih jauh dari harapan. Dia menilai kekalahan PDIP dan dirinya sebagai capres dalam Pemilu 2004, karena banyak kader yang mabuk kemenangan. Selain berharap konsolidasi, Mega juga meminta para pengritiknya bisa bertindak jantan."Kekalahan PDIP dalam Pemilu legislatif dan kekalahan saya dalam Pilpres yang lalu itu ya karena banyak kader yang mabuk atas kemenangan pada tahun 1999. Memang mendapatkan kemenangan jauh lebih mudah daripada mempertahankannya," ujar Megawati dalam konsolidasi kader PDIP se wilayah Surakarta di Gedung Giri Cahaya, Wonogiri, Kamis (27/1/2005).Dia juga mengakui banyak kader yang duduk di pemerintahan maupun lembaga legislatif yang enggan turun ke bawah untuk melakukan konsolidasi dengan alasan banyak pekerjaan. Bahkan ada pula kader yang menjadi bupati maupun walikota yang mengatakan tidak ada urusan dengan perintah ketua umum partai, karena beranggapan bisa duduk pada jabatan itu atas pilihan rakyat."Kalau saya ini orang berangasan, mereka-mereka itu sudah saya tempeleng. Bahkan kita juga harus mengaku bahwa kekalahan kita dalam Pemilu dan Pilpres yang lalu adalah karena kekurangan suara yang kita dapatkan. Itu terjadi karena kita mabuk kemenangan. Saya yakin kalau anak-anak saya tidak mabuk, saat ini saya masih menjadi presiden lagi," kata Mega.Karena itulah Megawati berharap seluruh kader PDIP melakukan introspeksi dan konsolidasi. Semua kader diminta menginventarisasi segala kendala yang akan dihadapi ke depan, selanjutnya temuan-temuan itu disalurkan sesuai mekanisme untuk dibahas dalam Kongres PDIP di Bali mendatang. Bahkan jika memungkinkan akan menjadi masukan dalam penyesuaian AD/ART.Kritik JantanLebih jauh, Mega juga mengatakan saat ini santer terdengar kritik-kritik terhadapnya yang datang dari dalam internal PDIP sendiri. Lontaran itu kritik itu di antaranya, menurut Mega, sudah mengarah kepada tindakan pembentukan opini yang kurang sehat bagi partai. Antara lain, tudingan-tudingan tentang kegagalan kepemimpinan Megawati di PDIP."Saya tahu kok siapa mereka yang suka dengan enteng tunjuk-tunjuk jari itu. Mereka itu adalah orang-orang yang tidak pernah turun ke bawah. Mereka juga hanya beraninya di balik punggung saya. Tidak akan mereka berani berhadapan dengan saya. Itulah sebabnya saya sering menantang mereka untuk bertindak secara jantan, meskipun saya sendiri betina," kata Megawati.
(asy/)











































