RSCM Beberkan Alasan Pembatalan Operasi Anggie-Anggeli
Kamis, 27 Jan 2005 16:28 WIB
Jakarta - Tim RSCM berpendapat operasi dan pembiusan bayi kembar siam Anggie dan Anggeli dapat menyebabkan kematian baik selama operasi maupun sesudah operasi.Demikian disampaikan Direktur Utama RSCM Dr Merdias Al Matsier dalam jumpa pers di Departemen Kesehatan, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Kamis (27/1/2005).Turut hadir, Kepala Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSCM Dr Arwin Akib dan ketua Tim Penanganan Bayi Kembar Dr Harry Y.Merdias memaparkan beberapa alasan, yakni sistem aliran darah dan suplai oksigen kedua bayi saling tergantung. Kedua, karena kelainan yang begitu kompleks maka operasi dan pembiusan membutuhkan waktu lama sehingga berbahaya dan dapat mengganggu aliran darah dan oksigen.Ketiga, bila dilakukan operasi tanpa perbaikan kelainan jantung bawaan akan memperburuk fungsi jantung kedua bayi. "Namun, jika dilakukan operasi jantung lebih dahulu sebelum pemisahan bayi juga dapat menyebabkan gangguan oksigenisasi jaringan yang mendadak dengan resiko kematian," jelas Merdias.Selain itu, kelainan jantung dapat memperburuk fungsi ginjal kedua bayi selama dan sesudah operasi karena masing-masing bayi hanya mempunyai satu ginjal.Terakhir, kemungkinan timbulnya penyumbatan emboli selama operasi sangat besar dan dapat menyebabkan kematian mendadak.Selain melakukan pemeriksaan, kata Merdias, tim RSCM telah menghubungi beberapa pakar yang berpengalaman menangani kelainan jantung anak antara lain Women and Children KK Singapura, Institut Jantung negara Malaysia, Cardiac Anesthesi Malaysia, Ahli Bedah Thoraks dan Pembuluh Darah dari RS Jantung Harapan Kita, Ahli Anesthesi Bedah Thoraks dari RS Jantung Harapan Kita.
(aan/)











































