Tunjuk SBY, Menlu Bungkam Soal Perundingan RI-GAM
Kamis, 27 Jan 2005 16:06 WIB
Jakarta - Kenapa perundingan RI-GAM di luar negeri? Kenapa Menlu RI tidak ikut? Tapi Menlu Hassan Wirajuda yang ditanya hanya bungkam. Presiden SBY pun ditunjuknya sebagai pihak berkompeten untuk menjawab. Lalu apa gunanya menteri sebagai pembantu presiden?Hassan biasanya lihai menjawab berbagai pertanyaan dengan diplomatis. Tapi sepertinya untuk masalah yang satu ini dia enggan. Pertanyaan sejumlah anggota dewan mengenai perundingan RI-GAM di Finlandia dijawab sekenanya. Dia juga tidak berkomentar mengenai ketidaksertaannya dalam perundingan itu.Hal itu mengemuka dalam rapat kerja antara Komisi I DPR dengan Hassan di Gedung DPR/MPR jalan Gatot Soebroto Jakarta Pusat, Kamis (27/1/2005). Sebagian besar anggota dewan mencecar Hassan dengan pertanyaan yang hampir sama.Anggota FPG Affifuddin Thaib misalnya mempertanyakan kenapa pertemuan RI-GAM harus dilakukan di luar negeri dan kenapa Menlu tidak ikut. Apalagi pertemuan seperti itu sudah berulang kali terjadi, tapi hasil begitu-begitu saja.Anggota FPKS Soeripto juga mempertanyakan kenapa pertemuan RI-GAM dilakukan di luar negeri, kenapa tidak melibatkan anggota GAM yang ada di dalam negeri, dan apakah tokoh GAM yang menjadi juru runding di Finlandia akan bisa dipatuhi oleh GAM yang ada di dalam negeri.Sedangkan anggota FPDIP Effendi Simbolon mempertanyakan tidak ikutnya Menlu dalam perundingan RI-GAM padahal statement perundingan pernah datang dari Menlu. Dia juga menyatakan kekecewaannya dengan langkah pemerintah melakukan perundingan.Menanggapi hal itu, Hassan menjawab sekenanya dan terkesan 'melemparkan' tugas menjawab pertanyaan itu kepada SBY."Untuk semua pertanyaan mengenai perundingan, termasuk mengapa di luar negeri, ide siapa dan sebagainya, itu bukan kompetensi saya. Tapi kompetensi presiden langsung. Lagipula ini bukan masalah diplomasi," kilah Hassan.Mengenai adanya pesismisme keberhasilan perundingan tersebut, dia juga menjawab seadanya. "Kita lihat ke belakang. Konflik Daud Beureuh juga bisa selesai dalam dialog," ujarnya singkat tanpa rincian dan penjelasan.Di sela-sela acara rapat kerja, Hassan dicegat wartawan. Pertanyaan yang kurang lebih sama pun menghujaninya. "Saya tidak ada komentar," tukasnya dengan kalem.
(sss/)











































