"Kami ini adalah wakil masyarakat. kami ini komisioner pilihan masyarakat, jadi kami sama suara hatinya dengan masyarakat. Kalau masyarakat nilai ada rekening gendut, kami juga menyampaikan dalam rangka saran dan pertimbangan," kata Komisioner Kompolnas Adrianus Meliala di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (13/1/2015).
Menurut dia, tak hanya soal rekening gendut saja, ada hal lain yang diungkap Kompolnas terkait calon Kapolri. Sayangnya Adrianus tak mau merinci lima calon Kapolri itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adrianus juga menjelaskan, dalam memilih calon Kapolri itu pendekatannya, pertama harus perwira polri yang aktif pangkat Komjen, jabatannya eselon I.
"Kami juga syarat tambahan yakni usia aktif 2 tahun sebelum pensiun. Demikian pula pernah jadi Kapolda di Polda tipe A. Itu syarat normatif yang kami lakukan untuk itu maka masukan dari mana-mana. Selain itu kemudian sebagaimana dikatakan dalam UU, kompolnas memberikan saran dan pertimbangan ke presiden, terkait 5 nama tersebut kami berikan pertimbangan berdasarkan data based yang kami punya. Ada yang positif ada yang negatif, ada yang baik dan tidak baik, tetapi kemudian kalau presiden pilih salah satunya itu pilihan presiden," tutupnya.
(ndr/mad)










































