Mega Kritisi SBY & Tantang Sophan di Kongres PDIP
Kamis, 27 Jan 2005 15:33 WIB
Wonogiri - Megawati mengaku sudah ingin 'pensiun' dari kegiatan politik. Namun setelah melihat kinerja pemerintahan Yudhoyono, dia membatalkan niat itu. Selain itu, meskipun masih ingin duduk sebagai ketua umum PDIP dalam kongres mendatang, dia menantang politisi kawakan PDIP Sophan Sophian untuk bertarung secara fair dan jantan.Hal itu disampaikan Megawati dalam konsolidasi kader PDIP sewilayah Surakarta di Gedung Giri Cahaya, Wonogiri, Kamis (27/1/2005). Selain dihadiri ratusan kader, anggota DPRD dan para bupati Surakarta dari PDIP, hadir pula putri Mega Puan Maharani, fungsionaris DPP PDIP seperti Soetardjo Soerjogoeritno, Gunawan Wirosarojo, Pramono Anung, Tjahjo Kumolo dan Aryo Bimo."Kepada Pak Taufiq (Kiemas) saya katakan, setelah ini (kekalahan dalam pilpres) saya juga ingin pensiun saja dari dunia politik. Tapi setelah saya melihat kondisi poltik dalam negeri di pemerintahan baru ini, yang dulu banyak janji, saya akhirnya memutuskan untuk mencabut omongan saya itu. Saya akan tetap terjun ke politik," kata Megawati yang disambut riuh rendah tepuk tangan para kadernya.Mega tidak mepaparkan panjang lebar pada bagian mana kinerja pemerintahan Yudhoyono yang dia anggap kurang berhasil. Dia hanya sempat menyentil sekelumit persoalan, yaitu proses penanganan kasus-kasus hukum yang dilakukan pemerintah dalam program seratus harinya, sangat kental dengan warna politik.Tantang SophanDalam Kongres II di Bali mendatang, secara terbuka dia mengatakan masih ingin terpilih menjadi ketua umum partai banteng bulat tersebut. Namun demikian dia mempersilakan kader partai lain yang ingin mencalonkan diri asal bertindak fair dan bersih dan tidak menyebar uang untuk mencari dukungan."Saya juga sudah bilang kepada Guruh, Roy (BB Janis) dan Pak Arifin Panigoro. Saya katakan silakan saja kalau Sophan Sophian yang ingin menjadi ketua umum itu mencalonkan diri. Tapi ya harus memenuhi syarat didukung oleh kekuatan di akar rumput, memiliki kemampuan yang bisa melebihi saya, serta bisa membawa PDIP seperti yang telah saya lakukan," kata Mega.Dia juga wanti-wanti kepada siapa pun yang ingin mencalonkan diri agar menempuh cara-cara yang fair dan bersih. Sebab ada pihak yang melakukan politik uang, dia yakin ke depan PDIP akan hancur. "Saya harap jangan PDIP ini diobrak-abrik karena ingin menjadi ketua umum. Ini saya sampaikan karena saya tahu jalan pikirannya. Tapi semoga nanti yang terpilih ya ketua umumnya ini," lanjutnya.Mega juga memperingatkan para kadernya tentang bahaya intervensi pemerintah dalam Kongres PDIP mendatang. Menurutnya, saat ini indikasi bahwa akan terjadinya indikasi intervensi sudah dapat dilihat. Selain membagi-bagikan uang, salah satu yang dilakukan adalah membuat opini bahwa Megawati telah gagal memimpin PDIP."Kita tidak ingin diodol-odol seperti Golkar beberapa waktu lalu itu. Asal tahu saja, saat ini sudah banyak uang yang dilempar di jalan-jalan untuk mengganggu kita. Tentu saja cara yang dipakai tidak sekasar dan sevulgar dulu. Nantinya cara yang dipakai adalah, yang bermain di dalam ya orang dalam partai kita sendiri. Yang bagi-bagikan duit ya orang kita sendiri," kata Mega.
(nrl/)











































