Malaysia Tidak akan Ekstradisi Buron Penting Thailand
Kamis, 27 Jan 2005 15:25 WIB
Jakarta - Pemerintah Malaysia membenarkan bahwa aparatnya telah menangkap seorang pria yang merupakan buron penting di Thailand. Perdana Menteri (PM) Thailand Thaksin Shinawatra menyebut lelaki itu sebagai dalang timbulnya kekerasan separatis Muslim di Thailand selatan.Namun pemerintah Malaysia menyatakan bahwa orang yang paling diburu Thailand itumerupakan warga negara Malaysia sehingga tidak akan diekstradisi ke Thailand. Demikian disampaikan Deputi Menteri Keamanan Dalam Negeri Malaysia Noh Omar seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (27/1/2005).Noh menuturkan bahwa orang yang diidentifikasi sebagai Abdul Rahman Ahmad itu dibekuk pada 5 Januari lalu. Buron juga dikenal sebagai Deraman Koteh itu ditahan sesuai undang-undang Internal Security Act (ISA), yang memungkinkan penahanan tanpa diadili.Namun Noh enggan menyebutkan apakah ia ditangkap karena dicurigai sebagai pemimpin gerakan separatis di Thailand selatan. "Semuanya masih diselidiki," ujar Noh.Sementara PM Malaysia Abdullah Ahmad Badawi menegaskan bahwa Ahmad adalah warga Malaysia dan tidak mungkin memiliki kewarganegaraan ganda. "Kami tidak punya perjanjian ekstradisi dengan Thailand namun jika otoritas Thai ingin mendapat bantuan dari kami, jika mereka ingin mengetahui aktivitas orang ini, kami akan bisa bekerjasama," kata Abdullah.PM Thaksin menegaskan bahwa jika pria yang disebutnya sebagai Doramae Kuteh alias Chae Kumae Kuteh itu, diketahui memegang kewarganegaraan Thailand, maka pemerintah Thai akan mengupayakan ekstradisinya. "Kami sedang memeriksa apakah ia punya kewarganegaraan Thai atau tidak, dan jika ya kami akan mengupayakan ekstradisinya," tutur Thaksin kepada wartawan.
(ita/)











































