"Bahwa operasi ada awal ada akhir, ada action lanjutan. Ini tahapan, langkah yang selalu terjadi, supaya memastikan kegiatan kita itu firm. Tidak ada operasi itu seumur hidup," kata Kepala Basarnas Marsekal Madya FHB Soelistyo di Kantor Basarnas, jalan Angkasa, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (12/1/2015).
Soelistyo menjelaskan meski operasi gabungan nantinya ditutup, Basarnas masih melanjutkan operasi pencarian jenazah. Operasi yang dilakukan Basarnas menggunakan operasi harian tanpa bantuan dari pihak lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski telah memasuki proses penutupan operasi gabungan, tapi hingga saat ini Basarnas enggan memberitahukan kapan tepatnya operasi gabungan akan ditutup.
"Saya tidak bisa mengatakan sekarang, karena pertimbangan-pertimbangan. Nanti pada waktunya akan saya umumkan resmi. Dan saya minta live semua supaya publik paham bahwa pada saat itu operasi ditutup tetapi dilanjutkan dengan operasi harian," jelas Marsekal Bintang Tiga ini.
Saat operasi gabungan telah ditutup, Soelistyo memastikan Basarnas tetap mampu mengcover pencarian jenazah. "Begini-begini Basarnas punya kapal. Area operasi sudah jelas semakin difokuskan, kalau ikut dari hari ke hari dengan area seperti ini kekuatan-kekuatan Basarnas masih bisa mengcover," imbuhnya.
"Tapi tentu ada sistem yang belum kita punya, untuk melengkapi itu sudah ada teman-teman potensi yang siap membantu saya. Kita tidak sendiri ada support dari potensi, kelompok-kelompok masyarakat pencinta kegiatan kemanusiaan," tutupnya.
(tfn/fjr)











































