Batal Dipisah, Kembar Siam Anggie-Anggeli Mengadu ke Menkes
Kamis, 27 Jan 2005 15:11 WIB
Jakarta - Kembar siam Anggie-Anggeli, bayi 11 bulan asal Simalungun-Sumut, batal dioperasi oleh RSCM. Kedua orangtuanya pun mengadu ke Menkes Fadilah Supari.Menkes menerima rombongan orangtua kembar siam itu, pasangan Subari-Neng Harmaini di kantornya, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Kamis siang (27/1/2005). Kehadiran pasangan ini dan bayi malangnya disponsori oleh Persaudaraan Korban Sistem Kesehatan pimpinan PS Hasan Kesuma yang tak lain adalah suami Ny Agian Isna Nauli.Bayi kembar siam itu menghuni RSCM sejak berumur 20 hari. Kini umur mereka 11 bulan dan hasilnya ternyata RSCM angkat tangan mengoperasi mereka. Alasan RSCM adalah operasi pemisahan mereka berisiko tinggi dan bisa menyebabkan kematian selama maupun setelah operasi.Alasan yang disampaikan oleh RSCM ini menurut Subari, sang ayah, sangat mengecewakan. Sebab sejak anaknya menghuni RSCM, dokter setempat telah berulang kali menjanjikan operasi akan digelar.Misalnya ketika anaknya baru berusia 2 bulan, Subari dijanjikan anaknya baru bisa dioperasi setelah berusia 4 bulan. Tapi ketika usianya memenuhi syarat, dokter menyatakan bahwa operasi hanya bisa dilakukan jika berat badan bayi mencapai 10 kg. Akhirnya 11 bulan kembar siam itu menginap di RSCM."Yang lebih menyakitkan lagi bagi saya tepatnya 26 Januari kemarin dokter yang menangani anak saya mengeluarkan pernyataan tidak mampu mengoperasi anak saya. Padahal saat itu kondisi anak saya sehat dan berat badannya lebih dari 10 kg," seal Subari."Saya hanya ingin menagih janji-janji dokter kepada saya selama ini. Daripada saya lebih berlama-lama di RSCM menunggu dan hanya menunggu terus, maka saya putuskan pada tanggal 26 Januari 2005 pukul 19.00 WIB saya membawa anak saya pulang," kata Subari.
(nrl/)











































