Setelah persidangan berjalan lebih dari 2 jam, Lisa tiba-tiba menangis saat dikonfirmasi Jaksa perihal uang Rp 5 miliar dari Tim Assistensi Hambalang dan Komisaris PT Methaphora Solusi Global M Arifin kepada Arif Gunawan alias Arif Gundul.
"Kemudian yang Rp 5 miliar itu yang mulia, saya memang dalam ancaman dua tahun terakhir," tutur Lisa, di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (12/1/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Majelis Hakim Sinung Hermawan bertanya siapa Widodo yang dimaksud, Lisa menjawab adik mantan petinggi negara. Saat itu ia mengaku dikenalkan kepada Widodo oleh Mantan Sesmenpora Wafid Muharam.
Selain Widodo, Wafid juga mengenalkan sosok Ibu Pur alias Sylvia Sholehah kepada Lisa. Ibu Pur dikenalkan sebagai orang yang dekat dengan penguasa.
Lisa menuturkan, pada tahun 2012 ia sempat bertemu dengan Ibu Pur di Makassar. Di pertemuan tersebut ia mencoba mengkonfirmasi terkait uang-uang di proyek Hambalang kepada Ibu Pur.
"Satu yang beliau sampaikan..." penuturannya tertahan, ia mulai menangis terisak.
"... Jangan pernah membuka mulut mengenai uang, kalau tidak, bisa berakhir seperti Arif Gundul," tutur Lisa menirukan ucapan Ibu Pur.
"Jadi gitu ya? itu yang disampaikan ibu Pur," Ketua Majelis Hakim Sinung menegaskan.
"Tarik nafas dulu, pelan-pelan. Mudah-mudahan di ridhoi oleh Allah SWT," imbuh Sinung.
Lisa kembali melanjutkan, sesaat sebelum meninggal, Arif Gundul sempat menemuinya untuk memperingati agar berhati-hati.
"Dia bilang, hati-hati mbak Lisa, perasaan saya nggak enak. Mata saya sudah tidak bisa melihat, mbak Lisa hati-hati dibuat lumpuh," tutur Lisa ditengah tangisnya. Saat memberikan keterangan di Persidangan siang ini, Lisa mengenakan kursi roda karena sakit yang dideritanya.
"Dan memang saya diancam mengenai kasus di Makassar, tapi alhamdulillah majelis hakim dan jaksa di Makassar sudah melihat fakta di persidangan. Itu juga yang menguatkan saya untuk hadir di sini," lanjutnya.
Terkait kasus Hambalang, Ibu Pur pernah menjadi saksi untuk terdakwa Deddy Kusdinar pada Desember 2013 silam. Arif Gundul sendiri diketahui meninggal mendadak pada akhir 2012.
(rna/ndr)











































