Pantauan detikcom di kantor Pos Kebayoran Lama, Senin (12/1/2014), selain meninjau pembagian, Khofifah juga berbincang dengan para warga yang mendapatkan satu paket PSKS yang berisi KIS dan KIP tersebut. Sambil bertanya kepada para warga, dia menemukan beberapa permasalahan.
"Sepertinya harus ditelusuri kembali Infrastruktur KIP dalam paket KKS ini. Tadi saya lihat ada yang berlebih, yang anggota keluarganya sudah meninggal ternyata masih ada KKS nya," ujarnya kepada wartawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Berapa jumlah anggota rumah tangga yang usia 7 hingga 18 tahun akan mendapatkan KIP. KIP memang dikoordinasikan kembali supaya Indonesia sejahtera harus terwujud," jelasnya.
"Jadi kalau anaknya ada 7, berarti kartu yang dia terima jadi banyak," selorohnya.
Tak hanya mengenai masalah pendistribusian kartu, jadwal pembagian PSKS juga harus kembali dikoordinasikan dengan semua pihak.
"Informasi untuk hari dan jam mereka pencairan, ini antara masing-masing kelurahan dan warganya harus dikomunikasikan kembali, supaya dalam pelaksanaan yang akan datang hadir sesuai tinggalnya. Kalau tepat waktu, kan tidak berdesakan, dapat antre dengan tertib," kata Khofifah.
Pencarian PSKS ini masih merupakan lanjutan dari periode 2014 lalu. Sebanyak 6 ribu kepala keluarga di Kebayoran Lama dapat melakukan pencarian hari ini.
"Ini masih periode kemarin. Jadi yang sekarang ini periode November, Desember 2014. Periode 2015 akan dilanjutkan bulan Juli, tapi kita akan lakukan evaluasi di lapangan, KIP akan diintegrasikan dengan Kemendikbud dan Kemenag, sehingga pada proses pembagian yang akan datang akan semakin terintegrasi antara KIS dan KKP," pungkasnya.
(rni/spt)











































