Kronologi Penangkapan Farid Faqih Versi TNI
Kamis, 27 Jan 2005 13:37 WIB
Banda Aceh - Bagaimana penangkapan terhadap Koordinator Gowa (Government Watch) Farid Faqih? Berdasarkan versi TNI, sebelum ditangkap, Farid tepergok oleh anggota TNI membawa barang bantuan untuk Aceh di Lanud Iskandar Muda. Farid dan anggota TNI sempat cekcok mulut, sebelum bogem mentah melayang ke wajah Farid. Kapten Suharto dari POM (Polisi Militer) TNI Banda Aceh menceritakan kisah penangkapan itu kepada wartawan di Mapolresta Banda Aceh di Jl. T. Daud Bereueh, Banda Aceh, Kamis (27/1/2005). Penangkapan terhadap Farid dilakukan sekitar pukul 16.00 WIB, Rabu (26/1/2005). Menurut dia, sebelum penangkapan, salah seorang anggota tim kesehatan TNI AD dari Jakarta Kapten Syuaeb menerima sejumlah barang bantuan di Lanud Iskandar Muda Blang Bintang. Barang-barang bantuan itu berupa minuman, obat-obatan, dan peralatan RS Kesdam. Setelah barang-barang tersebut dicek, Syuaeb kemudian melaporkan ke Posko TNI di Lanud. Dia melakukan koordinasi, agar barang-barang itu bisa dipindahkan dan dibawa ke hanggar, yang selama ini dijadikan penampungan bantuan-bantuan. Setelah pulang dari posko TNI, Syuaeb kaget, barang-barang bantuan yang diterimanya di landasan, kini raib. Setelah mencari ke sana ke mari, akhirnya dia menemukan bahwa barang-barang tersebut telah dimuat sejumlah truk oleh Farid Faqih. Karena merasa barang-barangnya diangkut Farid tanpa izin, Syuaeb pun menanyakan kepada Farid. "Barang siapa ini?" tanya Syuaeb seperti dituturkan Suharto. Mendapat pertanyaan itu, Farid menjawab bahwa barang-barang tersebut tidak tercantum alamatnya, sehingga dia membawanya. Rencananya, Farid akan membawa barang-barang ini ke gedung Lukman CM yang dijadikan posko Gowa. Syuaeb lantas menjelaskan bahwa barang-barang yang telah diangkut oleh relawan-relawan FPI (Front Pembela Islam) ke dalam truk itu adalah barang-barang milik TNI. Lantas, Syuaeb menyerahkan sejumlah bukti bahwa barang-barang tersebut memang milik TNI. Saat itu, Farid tampak emosi. "Itu bukan urusan bapak," kata Farid kepada Syuaeb. Mendapat jawaban yang tidak mengenakkan ini, Syuaeb pun naik pitam. Sang kapten ini langsung menonjok wajah Farid Faqih. Farid berkali-kali mendapatkan bogem mentah dari Syuaeb. Setelah terkena tonjokan dan bogem itu, oleh sejumlah anggota TNI, Farid kemudian diserahkan ke POM TNI AU untuk diamankan. Bersama Farid, turut pula diamankan 6 anggota FPI untuk dijadikan saksi. Selanjutnya, oleh POM TNI AU, Farid diserahkan ke polisi.
(asy/)











































