"Kami tidak bergabung dengan kedua negara tersebut dengan mengeluarkan travel advice. Menurut analisis kami, yang sudah disesuaikan dengan pertahanan dan keamanan Indonesia, kami tak melihat petunjuk apapun yang terkait dengan terorisme, di Surabaya, atau di seluruh Indonesia," ujar Duta Besar Jerman untuk Indonesia Georg Witschel di kantor wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (12/1/2015).
Menurut Witschel, travel advice keluar dikarenakan adanya demonstrasi besar di Surabaya, Jawa Timur beberapa waktu lalu. "Kalau saya boleh katakan, pendapat pribadi saya, silakan datang ke Indonesia dan ini negara yang aman. Saya sendiri sudah buktikan dengan telah jalan-jalan keliling," ucapnya.
Terkait penyerangan majalah kontroversial Charlie Hebdo, Jerman mengutuk kejadian yang menewaskan 12 orang saat penyerangan tersebut. Penyerangan itu dinilai mencederai demokrasi dan kebebasan media.
"Ini menjadi musuh besar dari demokrasi dan merupakan penentangan terhadap Islam sendiri. Jika dalam Islam menentang kekerasan tapi malah dilakukan, sama saja dengan menentang Islam itu sendiri," terangnya.
(fiq/jor)











































