Diduga Keracunan, Puluhan Tamu Akikah Keluarga Bupati Kuansing Dilarikan ke RS

Diduga Keracunan, Puluhan Tamu Akikah Keluarga Bupati Kuansing Dilarikan ke RS

- detikNews
Sabtu, 10 Jan 2015 16:51 WIB
Diduga Keracunan, Puluhan Tamu Akikah Keluarga Bupati Kuansing Dilarikan ke RS
Istimewa
Pekanbaru, - Pelaksanaan akikah di rumah keluarga besar Bupati Kuansing, Riau berakhir heboh. Ini karena para perserta kondangan diduga mengalami keracunan.

Informasi yang dihimpun detikcom, Sabtu (10/1/2015), pesta akikah alias membuat nama anak yang baru lahir ini dilaksanakan di Desa Kampung Baru Setajo Kecamatan Setajo Raya, Kab Kuansing.

Mengingat yang pesta adalah keluarga Bupati Kuansing, Sukarmis, para tamu undangannya sebagian besar adalah jajaran PNS serta sederatan para istri pejabat setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di tempat acara akikahan itu, sebagaimana biasa tamu undangan di jamu makan, minum dan buah-buahan. Setelah makan di tempat pesta itu, para undangan belum ada reaksi apapun.

Namun malam harinya, sebagian besar mengalami pusing kepala. Sebagian lagi mengalami muntah-muntah. Sehingga malam itu ada 36 orang terpaksa di rawat di rumah sakit umum di Taluk Kuantan, Ibukota Kuansing. Dari jumlah itu, termasuk istri para pejabat teras dan polsek setempat.

Ketika informasi ke Kapolres Kuansing, AKBP Bayuaji membenarkan peristiwa tersebut. "Hingga sekarang masih ada yang dirawat di rumah sakit. Namun sebagian lagi bersangsur pulih. Mereka mengalami kepala pusing, mual sampai muntah-muntah," kata AKBP Bayuaji kepada detikcom, Sabtu (10/1/2014).

Dia menyebutkan, pihaknya sudah menangani masalah ini terutama saat ini lebih fokus pada para korbannya untuk mendapatkan peratawan di rumah sakit.

"Kita tetap akan menangani kasus ini. Namun saat ini kita fokus pada penanganan para korbannya dulu. Nanti kalau semuanya sudah membaik, kita akan memintai keterangan pihak yang menyelenggarakan acara tersebut. Benar yang buat acara ini masih keluarga bupati," kata AKBP Bayuaji.

Untuk sementara ini, pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab keracunan tersebut. Karena sample dari para korban lagi dibawa untuk uji di laboratorium.

"Kita masih menunggu kepastian dari hasil lab. Dari sana nantinya akan ketahuan jenis makanan atau minuman apa yang menyebabkan hal itu bisa terjadi," tutup AKBP Bayuaji.

(cha/fjr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads