"Di sana (area pencarian) ada jenderal bintang 4, jenderal bintang 2, jenderal bintang 1 di dekat ekor pesawat itu. Jadi saya sudah tidak khawatir lagi, pasti ekor itu akan terangkat," kata Soelistyo di Kantor Basarnas, Jalan Angkasa, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (9/1/2014).
Lanjutnya, Soelistyo menegaskan undang-undang telah mengatur bahwa dalam operasi pencarian dan pertolongan leading sektornya Basarnas. Kehadiran Panglima TNI di KRI Banda Aceh hanya memberikan semangat terhadap pasukan.
"Semua sudah paham itu, kehadiran beliau di sana sebenarnya memberikan semangat, tidak ada kaitannya dengan komando kendali. Panglima TNI hadir di sana kapasitas sebagai bapaknya anak-anak yang di BKO-kan kepada Basarnas," ujar Soelistyo.
Kehadiran panglima TNI diisukan sempat membuat koordinasi pencarian AirAsia QZ8501 terpecah. Kemudian, sempat juga membuat para awak media kebingungan lantaran awalnya informasi hanya satu pintu yakni Basarnas, tapi kini Panglima TNI juga ikut serta memberikan informasi.
"Yo wes melu aku wae (ya sudah ikut saya saja), nanti kalian bingung. Saya tetap koordinasi dengan panglima," saran Soelistyo kepada wartawan.
(tfn/vid)











































