Relawan Desak Komnas HAM Usut Penganiayaan Farid Faqih
Kamis, 27 Jan 2005 09:38 WIB
Jakarta - Di televisi, tergambar jelas bagaimana Koordinator LSM Government Watch (Gowa) tampak babak belur dalam interogasi aparat TNI AU. Komite Relawan Independen (KRI) mendesak Komnas HAM untuk menyelidiki penganiayaan itu karena kejadian itu adalah bentuk pelanggaran HAM.KRI akan mengadukan kasus itu ke Komnas HAM pada pukul 14.00 WIB, Kamis (27/1/2005). "Kami menuntut agar Komnas HAM membentuk tim investigasi khusus untuk menangani persoalan tersebut," kata Romy Matitaputy dari KRI pada detikcom per telepon.KRI menuntut Komnas HAM membentuk tim investigasi khusus untuk menangani hal itu. "Karena kami melihat adanya unsur pelanggaran HAM yang sangat kental yang dilakukan oleh negara dalam kejadian tersebut," sambung Romy.Data tentang peristiwa penangkapan dan penganiayaan Farid Faqih hingga kini masih simpang siur. Belum ada aparat resmi yang bicara. Sumber-sumber juga menyebutkan informasi yang beragam. Namun intinya satu, Fariq Faqih dituduh mencuri bantuan logistik untuk Aceh.Salah satu sumber menyebutkan, tuduhan pencurian itu bermula dari tidak sampainya bantuan istri Panglima TNI Ny E.Sutarto berupa obat-obatan dan perlengkapan sehari-hari untuk prajurit TNI yang bertugas di Aceh. Karena itulah aparat TNI pun mengawasi gerak-gerik Farid.Di Aceh, Farid Faqih bebas mengakses bantuan Aceh karena dia mengaku terdaftar sebagai mitra PBB untuk mendistribusikan bantuan dengan membawa nama Aceh Logistic Support. Setelah diawasi selama 3 hari, diketahui Farid menyimpan barang bantuan di 3 gudang di Aceh Basar. Saat operasi penangkapan pada Rabu kemarin, Farid baru menghentikan kegiatannya setelah diberi tembakan peringatan,Farid digiring dari Markas Komando Lanud Sultan Iskandar Muda Banda dalam keadaan muka lebam.
(nrl/)











































