Kedua pesawat tersebut terbang melalui Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Kamis (8/1/2014) pagi tadi. Pesawat Korea Selatan harus pulang dengan tangan hampa. Sementara BE-200 berhasil mendeteksi 33 objek di area pencarian yang salah satu di antaranya diduga jenazah.
Pesawat Rusia yang dipiloti oleh Kapten Serykh dan Navigator Letu Redolvo tersebut mendeteksi 33 objek terapung di sisi selatan Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, dengan jarak sekitar 140 Km persegi. Obyek tersebut diperkirakan terbawa arus dari barat ke timur sepanjang 200 Km.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah itu pesawat menyusuri 200 km ke arah timur, obyek terapung yang ditemukan ada diantaranya life jacket dan serpihan berwarna putih posisi tidak bisa dipastikan detail karena kecepatan pesawat tidak bisa dikurangi," lanjutnya.
Redolvo lantas mencatat satu persatu titik koordinat tempat dideteksinya objek-objek tersebut. Visual berupa jenazah dilihat pilot Syerkh di titik koordinat S 04 09' 440", E 112 48' 040".
"Obyek ini ditemukan oleh pilot sendiri, dia bilang 'maybe corpse'," tutur Redolvo.
Semua hasil temuan telah dilaporkan. Hanya saja tidak ada bukti dokumentasi karena baik Redolvo maupun Syerkh tidak membawa kamera.
"Saya tadi tidak bawa kamera jadi tidak terfoto oleh kami," tutupnya.
(edo/rna)










































