Takut Rumah Roboh, Warga Palu Masak & Tidur di Luar

Takut Rumah Roboh, Warga Palu Masak & Tidur di Luar

- detikNews
Kamis, 27 Jan 2005 01:15 WIB
Palu - Tiga hari pasca gempa bumi berkekuatan 6,2 Skala Richter yang mengguncang Kota Palu, Sulawesi Tengah, sekitar 400 kepala keluarga warga Desa Bora, Donggala masih tidur di tenda-tenda yang didirikan di luar rumah. Para ibu rumah tangga pun hanya berani memasak di luar rumah. Suciwati, seorang ibu yang ditemui detikcom Rabu (26/1/2005) WITA, mengaku takut memasak di dalam rumah. "Saya takut nanti dapur saya roboh, karena saat gempa dapur saya sebagian sudah hancur," aku dia.Perempuan warga Desa Bora ini, saat ditemui tengah memasak air minum, sayur dan nasi di depan rumahnya yang sebagian dindingnya ambruk. Sesuai pengakuannya, ia dan anak-anaknya yang masih kecil hanya berani kembali ke Bora jika siang hari."Kalau malam hari kami naik ke atas gunung. Yang tidur di rumah hanya bapak saja," kata Suciwati.Sementara itu, Sekretaris Desa Bora Arwin Jusuf Lamboka mengatakan, sampai saat ini Pemerintah Provinsi dan DPRD Sulteng, Pemerintah Kabupaten dan DPRD Donggala sudah mengirimkan pasokan bahan makanan dan air minum untuk warga di pusat gempa ini.Bantuan itu berupa ratusan kilogram beras, ribuan bungkus mie instan dan ribuan botol air mineral. "Kami juga menerima bantuan dari Partai Keadilmn Sejahtera dan Pramuka," tutur Arwin. (fab/)


Berita Terkait