PDIP Jawa Barat Jagokan Megawati
Kamis, 27 Jan 2005 00:40 WIB
Bandung - DPC PDIP Jawa Barat masih menjagokan Megawati menjadi ketua umum pada kongres PDIP Maret mendatang. Ini terlihat dari aspirasi hasil musyawarah enam kota PDIP di Jabar antara lain Cimahi, Sukabumi, Tasikmalaya, Cirebon dan Banjar."Nanti di kongres itu bukan pilihan pribadi. Yang saya pantau sekarang ini tidak ada nama lain selain Megawati. Masih satu-satunya calon," ujar Rudi Harsa, Ketua DPC PDIP Jawa Barat, Rabu (26/1/2005).Menurut Rudi, selama ini Megawati berhasil dalam menjalankan program partai. Dari hasil pemilihan legislatif hingga presiden jumlah konstituen dari PDIP tak berkurang.Mega masih dianggap penting untuk melanjutkan kader PDIP ke tingkat pimpinan nasional pada 2009. Menurut Rudi, Mega tak perlu dijadikan sebagai simbol perjuangan terus."Sekarang saya tidak melihat ada calon yang menonjol. Apa prestasi dari Arifin Panigoro, Bung Sofian dan Kwik Kian Gie," ujar Rudi mengomentari sejumlah calon ketua partai PDIP. "Jujur saja, saya hormat pada Pak Taufik Kiemas, tapi apa yang dilakukannnya untuk partai ini. Banyak statemennya yang dilakukan secara pribadi, apa itu kader yang baik. Hak kita yang menilai calon pemimpinan, dari loyalitas, keringat dan pekerjaan mereka untuk partai," lanjutnya.Rudi meminta agar elit PDIP untuk mengintrospeksi diri. Dan tak perlu saling menunjuk. Menurutnya PDIP sangat penting untuk melakukan pembaharuan. Salasatunya dengan tak mencopot Megawati dari puncak pimpinan PDIP. "Mereka tidak akan berani turun ke bawah. Warga di bawah sudah tahu. Seperti menara gading saja, di pandang enak tapi di dalamnya rusak. Buktikan saja, jangan bilang tidak demokratis. Apa berani mereka mengkritisi Megawati di tingkat bawah," ungkap Rudi. Saat ini PDIP Jawa Barat memiliki jumlah suara sebanyak 104 suara. Sedangkan dari seluruh cabang PDIP di Indonesia, Jawa Timur masih memiliki suara paling banyak. sebanyak 136 suara.
(fab/)











































