"Ada acara diskusi di Fakultas Hukum, kita udah janjian, diskusi tentang menggalang dukungan, ada sekolah master di depok yang mau digusur," kata Ketua BEM FISIP UI, Faris MH yang datang bersama sejumlah rekan-rekannya di Polsek Pancoran, Jaksel, Rabu (7/1/2017).
Menurut Faris, dia dan rekan-rekannya mengetahui kejadian ini melalui pesan yang disampaikan Putut di grup WA (Whatsapp).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekolah Master atau masjid terminal sendiri merupakan sekolah gratis yang diperuntukkan untuk anak-anak jalanan yang tidak mampu.
Putut sendiri naik KRL dari Stasiun Serpong dengan tujuan Kampus UI. Hingga kini Putut masih menjalani pemeriksaan dengan didampingi Pengacara Publik Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta.
Sebelumnya, Putut Pradhopo (19) membantah dirinya berteriak KRL akan tabrakan yang menyebabkan penumpang lain panik. Putut mengaku panik karena mendengar penumpang lain yang mengatakan KRL akan tabrakan hingga dia pun memecahkan kaca kereta.
Hardi Firman, Pengacara Publik LBH Jakarta yang mendampingi Putut mengatakan, pihaknya ingin memastikan pemeriksaan ini berjalan sesuai koridor hukum.
"Kami ingin pastikan bahwa pemeriksaan ini sesuai dengan koridor hukum," kata Hardi di Polsek Pancoran, Jaksel, Rabu (7/1/2015
"Kami menyayangkan ini sampai ke pihak kepolisian. Tapi apapun keputusannya, kami menghormati," sambungnya.
Hardi mengatakan pihaknya menyayangkan kejadian ini harus sampai di kepolisian. Seharusnya, lanjut dia, hal ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan, sebab Putut hanya melakukan reaksi spontan untuk menyelamatkan diri.
"Harapannya, harusnya menurut kami secara kekeluargaan, ini bisa lah diselesaikan secara kekeluargaan. Reaksi spontan, kan dia untuk menyelamatkan dirinya," ujar Hardi yang diamini orangtua Putut.
(idh/gah)










































