Pantauan detikcom di atas Kapal MGS GeoSurvey, Rabu (7/1/2014) hingga pukul 16.00 WIB, penyelam Serma Marinir Bovlen Sirait dan Serka Marinir Oo Sudarna mencoba turun ke dalam laut guna mengambil sampel serpihan pesawat. Namun, kedua penyelam ini kembali ke permukaan dengan tangan hampa.
Berdasarkan informasi dari kedua penyelam itu, arus bawah laut sangat besar, sehingga penyelam itu tak bisa mengambil sampel serpihan pesawat. Kendati ditemukan puing-puing pesawat di dasar laut, namun tak ada jasad yang ditemukan di area pencarian kapal MGS GeoSurvey.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam penyelaman sebelumnya, Bovlen Sirait dan Oo Sudarna mengkonfirmasi benda-benda di bawah permukaan laut yang ditemukan sonar dan multi beam echo sounder Kapal MGS GeoSurvey. Benda itu berdimensi panjang 10 meter, lebar 5 meter dan tinggi 3 meter. Posisinya berbentuk seperti kubus menghunjam ke dasar laut dan berada di kedalaman 25-34 meter di perairan Selat Karimata.
Kepala Basarnas Marsekal Madya FHB Soelistyo memaparkan foto-foto dan mengkonfirmasikan bahwa yang ditemukan Kapal MGS GeoSurvey adalah ekor pesawat. Ada tulisan bagian nomor registrasi pesawat '-AX' dan 'Air'. Nomor registrasi pesawat AirAsia QZ8501 adalah PK-AXC.
(nwk/nrl)










































