Berikut adalah gambar ilustrasi pesawat AirFrance 447 yang mengalami kecelakaan di Samudera Atlantik pada 1 Juni 2009. Pesawat yang nahas tersebut berjenis Airbus 330-2003. Sedangkan AirAsia QZ8501 berjenis Airbus 320-200.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
CVR yang merekam data-data percakapan pilot, kopilot dan semua yang terjadi di ruang cockpit diletakkan di bagian belakang pesawat, di bawah jendela penumpang yang dekat dengan pintu keluar pesawat bagian belakang.
Sedangkan FDR yang bertugas merekam data-data penerbangan, seperti suhu, cuaca, dan semua parameter alat dalam pesawat dalam ilustrasi di atas diletakkan persis di bawah sirip ekor. Posisinya lebih belakang dari pesawat belakang pesawat.
Ilustrasi lain dari situs aerospaceweb.org di bawah ini, terlihat 2 jenis kotak hitam diletakkan di posisi belakang pesawat. Ilustrasi tersebut menjelaskan bahwa CVR langsung tersambung dengan ruang cockpit (lihat garis patah-patah berwarna hijau). Sedangkan FDR tersambung dengan bagian-bagian seperti bagian roda pesawat, kecepatan mesin, posisi sayap, posisi aileron (kemudi guling) dan sebagainya (lihat garis patah-patah berwarna merah).

Sedangkan analis kotak hitam KNKT Nugroho Budi yang pernah diwawancarai detikcom di kantornya di Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat pada Juli 2012 lalu mengatakan ada alasan mengapa kotak hitam ditempatkan di bagian belakang atau ekor pesawat.
"CVR dan FDR diletakkan di bagian pesawat yang paling aman yaitu di ekor pesawat. Di ekor karena kalau ada apa-apa dia tidak frontal. Sudah ada studi bahwa area yang paling aman adalah bagian ekor pesawat," terang Budi.
(nwk/mad)










































