Hatta secara tersirat menyatakan siap maju sebagai caketum PAN jika ada yang mendukung. Hatta mengaku mendapat dukungan dari Koalisi Merah Putih plus izin dari Amien Rais.
"KMP sebagai koalisi, tentu parpol mengurus dapurnya masing-masing. Ya mereka mendoakan dan beri support," kata Hatta di Kantor DPP PAN Jl TB Simatupang, Jakarta Selatan, Selasa (23/12/2014) lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menurut ketua MPP DPP PAN Profesor Amien Rais, beliau menginginkan tradisi menjadi Ketum PAN cukup satu kali saja," kata Ketua DPP PAN Viva Yoga Mauladi saat dihubungi, Rabu (7/1/2014).
Seiring dengan dukungan ke Zulkifli Hasan, Amien juga menjagokan anak pertmanya, Hanafi Rais, menjadi Sekjen PAN. Paket besan-anak Amien ini mulai jadi perbincangan hangat di internal PAN.
Soal restu Amien Rais memang sejauh ini selalu menjadi penentu kemenangan caketum PAN di Kongres. Berkaca dari Kongres PAN tahun 2010 memang pengambilan keputusan tertinggi di PAN seolah di tangah Amien Rais. Betapa tidak, arena Munas Batam yang diramaikan pendukung Hatta vs Dradjad Wibowo kala itu, kemudian bisa disatukan suaranya oleh Amien Rais.
Peta persaingan awalnya terkesan sengit, Hatta dan Dradjad melakukan konsolidasi di hotel yang berbeda. Namun ujungnya Kongres yang demokratis itu antiklimaks. Dradjad mundur di last minutes atas perintah Amien Rais.
"Demi ukhuwah dan persaudaraan kita sebagai kader PAN, kami mengikuti apa yang disarankan oleh Bapak Profesor Amien Rais. Insya Allah saudaraku Hatta menjadi ketua umum PAN," kata Dradjad dalam pidatonya sebelum panitia memutuskan kemenangan Hatta secara aklamasi dalam Kongres III PAN di Hotel Holiday, Batam, Sabtu (9/1/2010).
Setelah Hatta Rajasa menyatakan pidato kemenangannya, Amien Rais pun memberikan posisi untuk Dradjad Wibowo. "Sudah otomatis Mas Dradjad jadi Wakil Ketum PAN," kata Amien usai pemilihan ketum PAN.
Lalu apakah nantinya Hatta akan ikut kata Amien Rais, atau berani mengubah tradisi demokrasi ala mahaguru PAN ini?
(van/nrl)










































