"Semangat kerjasama internasional ini perlu dihargai dan dijadikan contoh negara lain untuk ke depannya," kata Jubir Kemlu RI Arrmanatha Nasir di kantornya, Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Rabu (7/1/2015).
Arrmanatha menambahkan, sejak QZ8501 dinyatakan hilang pada Minggu (28/12) lalu, Kemlu langsung mengontak setiap Kedubes negara yang warga negaranya menjadi penumpang di โpesawat nahas itu. Kemudian tawaran bantuan pencarian pun mengalir.
"Sejak Kemlu mengetahui ada pesawat AirAsia hilang, dalam hitungan menit langsung mengontak Kemenlu negara yang ada warganya di situ. Ini langsung dapat tawaran dan dukungan kerjasama proses pencarian, dan dalam hitungan jam langsung memberikan clearence bantuan masuk," ujar pria yang akrab disapa Tata itu.
Tawaran masih terus mengalir di hari ke-11 pencarian badan QZ8501 tersebut. Namun Kemlu berkoordinasi dengan Basarnas terkait kebutuhan tim SAR gabungan di lokasi pencarian sehingga tak ada bantuan asing yang mubazir.
"Banyak berita terkait latarbelakang tawaran itu dan tujuannya, kami tekankan pertama dukungan ini merupakan kerjasama internasional dalam konteks kemanusiaan dipimpin Basarnas," ujar Tata.
(vid/ndr)











































