DPU akan Rekonstruksi Jalur Banda Aceh-Meulaboh
Rabu, 26 Jan 2005 17:46 WIB
Aceh Besar - Departemen Pekerjaan Umum sedang melakukan survey untuk merekonstruksi jalan yang menghubungkan Banda Aceh dengan Meulaboh sejauh sekitar 230 kilometer. Sebab jalan lama yang sudah hancur dan rusak parah.Hal ini disampaikan Dirjen Bina Marga DPU Hendriyanto saat meninjau jembatan yang selesai diperbaiki di Lhok Nga, Aceh Besar, Rabu (26/1/2005), bersama Dirjen Perhubungan Darat Departemen Perhubungan Iskandar AbubakarMenurut Hendriyanto, kerusakan di jalur Banda Aceh-Meulaboh sudah sangat parah. Kalau pun masih ada ruas jalan yang bisa dilewati hanya sepotong-potong, kemudian rusak lagi. Sementara jembatan yang rusak ada 62 titik."Itu harus direkonstruksi karena kalau diperbaiki di jalan yang lama tidak bisa, jadi harus mencari jalur alternatif. Sekarang kita sedang survey," jelasnya.Ditanya apakah jalan darurat yang dibuat TNI AD apakah akan dipermanenkan, Hendriyanto menyatakan itu termasuk yang dipertimbangkan. "Ini untuk tanggap darurat. Jalan yang dibuat TNI AD itu untuk membuka dan menghubungkan daerah-daerah yang terisolir."Lalu dilanjutkannya, "Sedangkan untuk jalan permanennya kita lihat, apa masih tetap di situ atau pindah ke tempat lain. Termasuk apakah akan membuat jalan di lereng gunung atau bukit. Tapi itu perlu waktu kita harus desain lagi. Kalau survey sekarang agak sulit karena kita harus memakai citra satelit."Ditanya kapan jalan baru akan dibuat, Hendriyanto menyatakan pembangunan fisiknya akan dimulai tahun depan. "Tahun ini desainnya bisa selesai. Tahun depan baru kita kerjakan secara fisik," jelasnya.TNI AD sudah membuat jalan alternatif sekitar 65 kilometer. Jalan tanah ini dibuat di samping jalan lama dengan menggunakan traktor. Sejauh ini sudah dibuat jalan sejauh 25 kilometer dari Arah Lhok Nga menuju Leupung, masing-masing di Aceh Besar; dan sejauh 40 kilometer dari arah Meulaboh sampai Tenom, Aceh barat.
(gtp/)











































