“Oh enggak akan turunlah, karena untuk penentuan tarif itu kan banyak komponen Kalau sudah bergerak (naik), komponen suku cadang enggak akan turun,” kata Benjamin kepada wartawan di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (5/1/2015).
Dia berujar pengaruh harga BBM bersifat tidak tetap dan bisa saja naik turun. Karena itu menurutnya tidak bisa langsung menurunkan tarif angkutan meski pemerintah pusat sudah menghimbau agar dilakukan penyesuaian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut Benjamin mennyatakan tidak ada kompensasi yang diberikan kepada penumpang meski ongkos angkot tetap Rp 4.000. Namun Kadis yang baru dilantik pada 2 Januari lalu itu menambahkan jika dalam waktu dekat tarif BBM naik, tarif angkot juga tidak akan ikut naik.
“Enggak akan naik. Karena fluktuatifnya kan sedikit-sedikit saja, jadi enggak signifikan,” tukasnya.
(ros/vid)











































