Warga Lorong W Tj Priok Punguti Puing Gusuran
Rabu, 26 Jan 2005 15:57 WIB
Jakarta - Sebanyak 40 rumah -- mayoritas terbuat dari papan -- di Pos Delapan Lorong W Pos Tanjung Priok, Jakarta Utara, kini telah rata tanah, Rabu (26/1/2005). Pemilik rumah pun hanya bisa memunguti puing yang tersisa.Puing yang tersisa, sesuai bahan rumahnya, ya hanya kayu-kayu saja. Untuk mengakses kawasan itu, lewat Jl Enggano Raya. Puluhan rumah papan itu terpaksa diratakan karena rel KA di dekatnya akan difungsingkan kembali untuk lalu lintas KA dalam waktu dekat. Penggusuran dilakukan aparat Pemkot Jakarta BaratNamun sayang, upaya detikcom untuk mendekati mereka dihalangi oleh warga di sekitar Lorong W, yang tidak menjadi korban penggusuran. "Mereka masih emosi, sebaiknya jangan ke sana dulu," alasan mereka.Uniknya, meski tetangganya digusur, namun masyarakat di luar Pos Delapan Lorong W yang menyaksikan penggusuran itu menganggapnya biasa-biasa saja. "Itu kan tanah milik negara. Ya kalau diambil negara lagi, mau apa lagi," kata Dasiki, salah satu warga."Meerka sudah disuruh pindah Senin lalu. Tapi hari ini nekat tinggal di situ. Ya terpaksa dibongkar paksa," sambung Diro.Sementara, akibat bentrokan antara warga yang rumahnya digusur dan aparat, 5 warga sempat dilarikan di RS Port Medical Center (PMC) yang tak jauh dari lokasi penggusuran.Ke-5 warga itu adalah Misnati (40), Matsari (27), Djuriayah (41), Firman (38), dan Markun (58). Menurut staf RS, Hendra, mereka dirawat karena menderita luka lemparan batu. "Hanya dijahit saja, tapi bisa langsung pulang," katanya pada detikcom.
(nrl/)











































