Mahfud MD: Masalah HAM dan Keamanan Belum Ada Kemajuan
Rabu, 26 Jan 2005 15:17 WIB
Makassar - Tinggal dua hari lagi, pemerintahan SBY-Kalla genap seratus hari. Mahfud MD, salah seorang fungsionaris DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menganggap belum ada kemajuan dalam perlindungan HAM dan keamanan yang dilakukan pemerintah. Hal ini diungkapkan Mahfud usai menghadiri peluncuran buku salah seorang dosen Universitas Hasanuddin (Unhas), Nurcahaya Tandang, di Hotel Marannu, Jl. Bontolempangan, Makassar, Rabu (26/01/2005). Menurut Mahfud, menjelang 100 hari, pemerintahan sekarang belum pernah menyentuh sedikit pun untuk menyelesaikan kasus-kasus HAM yang selama ini terjadi di tanah air. "Misalnya kasus Semanggi, kasus Trisakti, belum pernah diungkit sedikit pun," ujar Mahfud. Kendati demikian, Mahfud mengakui dalam penegakan hukum, mulai ada titik terang. "Musti diakui ya dalam penegakan hukum telah ada kemajuan," tuturnya. Kemajuan ini, menurut Mahfud ditandai dengan mulai adanya gubernur, bupati, dan pejabat daerah yang diperiksa. Mahfud juga mengungkapkan kekesalannya terhadap pihak-pihak yang memanfaatkan penegakan hukum sebagai alat korupsi. "Di sebuah daerah, ada pihak kejaksaan yang menjadikan penegakan hukum sebagai alat untuk memeras," terangnya. Selain itu, kemajuan di bidang keamanan, juga masih dianggap stagnan. "Dikaitkan dengan kemiliteran juga tidak ada perkembangan," ucapnya.
(asy/)











































