"Kita mempunyai aplikasi perhitungan mapping. Kita punya aplikasi search and rescue mapping. Dengan evaluasi dan perhitungan search and rescue mapping, kita bisa memperkirakan hari ke hari, jam ke jam, obyek yang mengapung di permukaan laut," kata Kabasarnas Marsdya FHB Soelistyo dalam jumpa pers di kantornya, Jl Angkasa, Kemayoran, Jakarta, Minggu (4/1/2015) siang.
Area evakuasi telah diperluas ke wilayah timur, sehingga luasnya sekarang ini menjadi 20.700 NM persegi. Keputusan memperluas wilayah tersebut diambil karena pergerakan arus ke arah timur.
"Makanya kita geser ke timur. Dengan begitu kita harapkan bisa meng-cover bagian pesawat maupun korban. Kita juga perhitungkan pengaruh arus laut. Dengan perkiraan-perkiraan itu kita bisa menemukan," papar Soelistyo.
Soelistyo menegaskan penentuan area pencarian didasarkan pada hitung-hitungan, tidak asal-asalan. Sejauh ini hasil perhitungan itu membuat pencarian lebih efektif.
"Pembagian sektor itu kita punya rumus dan menghitung sendiri saat kita memasukkan data, yang kemudian akan menghitung dan mengeluarkan jawaban berapa luas area pencarian serta perkiraan radius area pencarian," tuturnya.
(trq/mad)











































