"Alat itu kapasitasnya masih stay di laut. Di sini ada bantuan dari Rusia dengan harapan itu kita harapkan bisa menemukan black box dengan cepat karena berkejaran dengan (masa aktif) baterai," ujar Ketua KNKT Tatang Kurniadi.
Hal itu dikatakannya saat menyambut pesawat Beriev BE-200 milik Rusia kembali ke Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (3/1/2015). Pihaknya juga terus bekerjasama dengan Basarnas untuk bisa segera menemukan black box.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nggak, kita punya pengalaman lebih dari 8 bulan dan Prancis sampai 2 tahun (data rekamannya) masih bagus. Walaupun di laut mudah-mudahan masih bagus, sehingga bisa diproses," lanjutnya.
"Kami siap mengangkat black box karena begitu diangkat harus dimasukkan dalam konteiner berisi air laut jadi harus sama," terang Tatang.
Pria yang mengenakan seragam safari itu berharap bayangan objek diduga ekor pesawat yang sempat tertangkap KRI Bung Tomo adalah benar milik AirAsia. Terlebih dengan bantuan pesawat jet amfibi dari Rusia, diharapkan dapat mempercepat proses penemuan black box.
"Operasi diserahkan pada kru (Rusia) bersama perancang operasi Basarnas," pungkasnya.
(aws/spt)










































