Trauma Tsunami, Puluhan Pengungsi Bertahan di Stadion Palu
Rabu, 26 Jan 2005 13:36 WIB
Palu - Masyarakat dari pesisir Pantai Teluk Palu yang mengungsi di Stadion Gawalise, Palu kini hanya tersisa puluhan orang. Sebagian besar warga sudah kembali ke rumahnya setelah diyakinkan bahwa tidak ada tsunami di Palu. Pantauan detikcom, sampai Rabu (26/1/2005), puluhan pengungsi masih tampak berdiam diri di stadion tersebut. Sebagian besar dari mereka adalah ibu-ibu dan anak-anak. Mereka belum bersedia kembali ke rumahnya, karena masih yakin bahwa tsunami akan terjadi. Para pengungsi ini sudah mendapatkan bantuan makanan. Sebenarnya, Ditlantas sudah berusaha mengimbau mereka untuk pulang ke rumah, karena tidak akan ada tsunami. Tapi, mereka tidak mau. Pemerintah dan polisi pun tidak bisa memaksa mereka untuk kembali ke rumahnya. Sebelumnya, ada sekitar seribu orang yang mengungsi di stadion tersebut pada Senin (24/1/2005) lalu saat gempa 6,2 SR mengguncang Donggala dan Palu. Namun, setelah diumumkan bahwa tidak akan terjadi tsunami, sebagian besar dari mereka percaya dan memilih pulang ke rumahnya. Salah seorang pengungsi yang kini masih bertahan di stadion tersebut menceritakan, dirinya tetap meyakini bahwa tsunami akan terjadi. Menurut dia, Palu sudah sering terjadi tsunami, meski tidak sebesar Aceh. Memang, di Sulawesi Tengah ini setidaknya sudah pernah tiga kali gelombang tsunami. Pada 1 Desember 1927, tsunami menerjang Donggala. Kemudian pada 1 Januari 1966, tsunami menyerang Tonggolo Bibi, perbatasan Toli Toli dan Donggala, yang menewaskan 9 orang dan menghancurkan puluhan rumah. Tsunami juga pernah terjadi pada 14 Agustus 1968 di Teluk Tambo di Pantai Barat Sulteng. Dalam musibah ini, sekitar 200 orang meninggal dunia. Saat itu dilaporkan, tsunami terjadi sampai 8-10 meter.
(asy/)











































